MALANG – Ribuan anggota polisi-TNI berjaga di DPRD-Balai Kota Malang, Selasa (13/10). Mereka siaga akan rencana demo susulan menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. Namun, terkait siapa massa yang akan lakukan demo juga masih tanda tanya. Hingga pukul 12.00 WIB, massa pendemo belum juga terlihat batang hidungnya.
Mahasiswa di Malang pun menampik ikut aksi demo lanjutan kali ini. Mahasiswa yang melakukan demo Kamis (8/10) silam memilih untuk tidak melaksanakan demo hari ini. “Yang melakukan aksi pada Selasa (13/10) ini bukan kami,” tegas Adnan Magribi salah seorang perwakilan Aliansi Malang Melawan.
Diketahui, aksi demo di DPRD-Balai Kota Malang ricuh kamis lalu. Mahasiswa yang menolak diterbitkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR RI merasa “ditunggangi”.
Berkaca dari itu, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa enggan untuk melaksanakan aksi kembali.
Salah satu penolakan untuk adakan demo susulan juga datang dari Gerakan Aliansi Mahasiswa Melawan (GERAMM) yang terdiri dari GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) dan PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia).
Mereka menyatakan tidak melakukan aksi demo lagi hari ini. Sebab mereka merasa aksi yang mereka lakukan pada Kamis (8/10) kemarin disusupi oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang akhirnya demo berakhir dengan anarki.
“Kami sementara tidak melakukan demo lagi, sembari tunggu keputusan DPR,” ujar Ketua GMNI, Kaitanus Angwarmas.
Nampaknya, sekitar 3000 anggota keamanan yang disiagakan di depan DPRD-Balai Kota Malang harus pulang lebih awal. Pasalnya, demo hari ini tidak jadi dilakukan oleh kelompok manapun.




