Kabupaten Malang, Blok-a.com – Jemaah Nahdlatul Ulama (NU) di Dusun Ketapang Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen laksanakan salat idul adha pada Rabu (28/06/2023).
Meskipun pemerintah telah menetapkan hari raya idul adha jatuh pada Kamis 29 Juli 2023 besok, namun sejumlah jemaah NU maupun Muhammadiyah di Kabupaten Malang sudah terlebih dahulu melakukan salat idul adha.
Salah satunya yakni jemaah NU di Masjid Nurul Yaqin Dusun Ketapang, Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen.
Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan jemaah dari warga sekitar terlihat memenuhi masjid yang berada di Jalan Raya Sukoharjo Kecamatan Kepanjen.
Meskipun hujan turun sejak dini hari tadi, hal itu tak mengurangi antusias jemaah Masjid Nurul Yaqin untuk melaksanakan ibadah salat idul adha.
Salah satunya yakni Anisa Putri (19), warga Desa Sukoharjo ini berbondong-bondong bersama keluarga besarnya untuk melaksanakan ibadah salat idul adha.
“Hujannya memang sejak semalem, jadi saya berjaga-jaga membawa payung,” tutur Anisa kepada Blok-a.com di halaman Masjid Nurul Yaqin, Rabu (28/06/2023).
Terpisah, Takmir Masjid, Farid Agus Priyadi menuturkan, meskipun bukan golongan jemaah Muhammadiyah. Masjid Nurul Yaqin telah melaksanakan salat idul adha terlebih dahulu.
Hal tersebut dilakukan karena sebagian besar warga Sukoraharjo mengikuti ajaran lingkungan Pondok Pesantren dan Perguruan Agama Islam (PPAI) Ketapang.
“Jadi banyak warga Ketapang mengikuti pengasuh PPAI. Sementara itu untuk PPAI sudah memiliki perhitungan sendiri dengan hisab, tadi jadi mau gak mau kalau ulama sudah mengerti perhitungannya, kita laksanakan salat sesuai dengan hitungan tersebut,” tutur Farid saat ditemui Blok-a.com, Rabu (28/06/2023).
Sehingga, sejumlah masjid di wilayah Ketapang, Kecamatan Kepanjen secara bersamaan melaksanakan salat idul adha pada hari ini, Rabu (28/06) sesuai dengan ketentuan PPAI.
“Untuk warga Ketapang itu diasuh dari KH Muhammad Said yakni pendiri pondok PPAI. Mulau dari Dusun Ketapang, Manding, Blobo, Legok, semua dibawah naungan PPAI sampai dengan majelis pendidikannya,” jelasnya.
Salat yang dipimpin oleh imam Ustad Nur Zaman itu dilaksanakan mulai dari pukul 06.15 WIB dan berakhir pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, diteruskan dengan khutbah dan berdoa bersama.
Uniknya, di Masjid Nurul Yaqin juga melaksanakan ritual rutin yakni ‘kenduren’ setelah melaksanakan salat idul adha. Ritual tersebut dimaksut sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
“Setelah salat kami juga melaksanakan kenduren. Semalam kami juga menggelar kenduren di masjid. Jadi sebelum dan sesudah melaksanakan salat kami rutin mengadakan kenduren sebagai bentuk rasa syukur telah dibertemukan dengan idul adha,” ungkapnya.
Selanjutnya, para jemaah dan juga panitia kurban mempersiapkan penyembelihan hewan kurban yang akan dilaksanakan di halaman masjid.
“Setelah ini kita lakukan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini Masjid Nurul Yaqin ada tiga ekor sapi dan 13 ekor kambing, alhamdulillah setiap tahunnya bertambah,” pungkasnya.
(ptu/bob)










Balas