Tak Cuma Perokok Berat, Orang dengan 12 Penyakit Komorbid Ini Tak Bisa Divaksin Covid-19

Spesialis Penyakit Dalam Rssa, Dr. Muhammad Anshory, Sp.pd
Spesialis Penyakit Dalam Rssa, Dr. Muhammad Anshory, Sp.pd - Foto: Bob Bimantara Leander

KABUPATEN MALANG – Vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan kepada sembarang orang.

Orang yang memiliki beberapa penyakit penyerta atau komorbid tidak disarankan menerima vaksin tersebut, salah satunya adalah orang yang memiliki penyakit paru-paru.

Untuk itu, Spesialis Penyakit Dalam RSSA, dr Muhammad Anshory, Sp PD mengatakan orang yang ingin divaksin agar menjaga kesehatan paru-paru dengan cara tidak merokok berlebihan.

Pasalnya, jika seseorang merokok berlebihan dan sampai terkena Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), maka tidak bisa untuk menerima vaksin terlebih dulu.

“Kalau sampai merokok dan PPOK, ya tidak disarankan sampai mereda gejalanya,” kata Anshory ke Blok-A, Selasa (12/1).

Anshory menjelaskan, gejala dari PPOK yang muncul adalah sesak nafas hingga asma dan gejala tersebut pun musti mereda dulu sebelum divaksin.

“Jadi menunggu sampai itu (gejala sesak napas dan asma) sudah reda. Maka dari itu mending tidak rokokan dulu. Supaya tidak menunda proses vaksin,” ucap anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Malang Raya itu.

Alasan gejala PPOK musti mereda dulu sebelum divaksin Covid-19, kata Anshory, karena berdasarkan saran dari daftar rekomendasi penyakit penyerta dari PAPDI pusat.

“Ya karena kan ada infeksi di paru. Dan ditakutkan juga malah vaksin akan memperparah gejala PPOK. Maka dari itu mending menghilang dulu gejalanya,” tutupnya.

Sebagai informasi, selain PPOK sendiri, adapun sejumlah penyakit penyerta lain yang tidak layak atau belum bisa diberi vaksin berdasarkan saran PAPDI.

Berikut daftar penderita penyakit komorbid yang tak bisa atau belum layak divaksin Covid-19:

1. Penyakit Autoimun Sistemik

Seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Sindrom Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya. Pasien tidak dianjurkan untuk diberikan vaksin Covid-19 sampai hasil penelitian yang lebih jelas telah dipublikasi.

2. Sindrom Hiper IgE

Yakni gangguan kompleks imun primer yang ditandai dengan dermatitis atopik dan peningkatan IgE serum yang sangat tinggi. Pasien penyakit ini tidak dianjurkan untuk diberikan vaksin Covid-19 sampai hasil penelitian yang lebih jelas telah dipublikasi.

3. Pasien dengan Infeksi Akut

Pasien dengan kondisi penyakit infeksi akut yang ditandai dengan demam menjadi kontraindikasi vaksinasi.

4. PGK (penyakit ginjal kronis) non dialisis, PGK dialisis, transplantasi ginjal, sindroma nefrotik dengan imunosupresan/kortikosteroid

Pemberian vaksin belum direkomendasikan pada pasien penyakit ini karena belum ada uji klinis mengenai efikasi dan keamanan vaksin tersebut terhadap populasi ini.

5. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Beberapa uji klinis dari sejumlah vaksin Covid-19 telah meneliti pasien dengan hipertensi. Sayangnya, penderita penyakit ini belum direkomendasikan mendapat vaksin Covid-19 karena belum ada rekomendasi.Rekomendasi menunggu hasil uji klinis di Bandung.

6. Gagal Jantung

Belum ada data mengenai keamanan vaksin pada pasien ini.

7. Penyakit Jantung Koroner

Belum ada data mengenai keamanan vaksin Covid-19 pada penyakit ini.

8. Reumatik Autoimun (Autoimun Sistemik)

Hingga saat ini belum ada data. Pemberian vaksin Covid untuk pasien ini harus mempertimbangkan risiko dan keuntungan kasus per kasus secara individual, dan membutuhkan informed decision dari pasien.

9. Penyakit-penyakit Gastrointestinal (Pendarahan Saluran Pencernaan)

Penyakit-penyakit gastrointestinal yang menggunakan obat-obat imunosupresan, sebetulnya tak masalah diberikan vaksinasi Covid-19. Hanya saja respons imun yang terjadi tidak seperti yang diharapkan.

10. Hipertiroid/hipotiroid karena Autoimun

Pasien dengan penyakit ini tidak dianjurkan diberikan vaksin Covid-19 sampai ada hasil penelitian jelas.

11. Kanker

Studi klinis Sinovac tidak melibatkan pasien dengan kondisi tersebut. Belum ada data pada kelompok tersebut, sehingga belum dapat dibuat rekomendasi terkait pemberian vaksin.

12. Pasien Hematologi Onkologi

Studi klinis Sinovac juga tidak melibatkan pasien dengan kondisi ini, jadi belum dapat dibuat rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac pada kelompok ini.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com