KOTA MALANG – Sejumlah model cilik berlenggak-lenggok mengenakan busana batik. Mereka tampil di tepi jalan yang diubah jadi venue ala catwalk dalam Bunulrejo Batik Fashion Street oleh Kampung KB Mbois Bunulrejo, Kamis (31/12).
Ketua Kampung KB Mbois Bunulrejo, Andri Wiwanto mengatakan ajang ini berupaya memperkuat identitas wilayah Bunulrejo. Ajang peragaan busana tersebut merupakan kegiatan tahunan yang kali kedua digelar.
“Acara ini sebagai eksisi atau festival. Akan diangkat sebagai wisata budaya. Nanti akan ada kolaborasi apa-apa saja yang menjadi potensi di Bunulrejo,” tuturnya.
Sebanyak 8 peserta tanpa batasan umur mengikuti ajang peragaan busana ini. Mereka merupakan warga dari RW-RW di wilayah Bunulrejo.
Dalam agenda ini, peserta dinilai berdasarkan kesesuaian riasan dengan ide dan desain busana. Selain itu, juri juga menilai ekspresi dan kepercayaan diri peserta.
Selain peragaan busana di atas catwalk, ajang itu memamerkan kain batik buatan warga Bunulrejo. Beberapa motif batik tulis yang dibuat oleh warga Bunulrejo antara lain, motif Tirto Telogo, Lembayung, Kantil hingga Klampis.
Andri menjelaskan, dengan digelarnya acara ini diharapkan mampu mewadahi kreativitas warga. Untuk itu, tahun depan ia berencana merencanakan agenda yang lebih menarik untuk wisatawan.
Apalagi, secara umum konsepnya ditujukan untuk mengundang kedatangan pengunjung. Itu, lanjutnya, diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat melalui agenda kreatif.
“Tahun ini minimalis saja karena di tengah pandemi. Tapi paling tidak tetap ada untuk menunjukkan kreativitas warga, dari berbagai RW,” katanya.




