KOTA MALANG – Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Nico Afinta Karo-Karo mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrosyad Gasek Malang yang berada di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (27/11).
Kunjungan Kapolda ke ponpes bukan tanpa alasan, salah satunya bersilaturahmi dengan KH Marzuki Mustamar yang merupakan pimpinan pondok sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim.
Selain bersilahturahmi, kunjungan Kapolda juga untuk meredam adanya potensi gejolak dan mewujudkan Pilkada damai yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat di sejumlah daerah Jawa Timur.
“Hari ini, saya sengaja datang untuk bersilaturahim dengan Ketua PWNU Jawa Timur. Sebab, penting bagi saya untuk berkoordinasi dan berkolaborasi untuk jogo Jawa Timur,” terang Kapolda, Jumat (27/11).
Kapolda Jawa Timur dalam kunjungannya juga didampingi oleh tiga kapolres Malang Raya yakni Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Kapolres Batu AKBP Catur Cahyono Wibowo dan Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.
Menurut Kapolda Jawa Timur, koordinasi dengan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Jawa Timur ini memiliki peranan besar untuk mendukung kebijakan pemerintah.
“Kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19 hingga Pilkada. Dalam hal ini, sinergitas TNI/Polri, Pemerintah Daerah hingga tokoh agama sangat penting dalam menjalankan tugas. Saya juga sudah memerintahkan kapolres jajaran untuk terus menjalin sinergitas agar keamanan tetap terjaga,” lanjut dia.
Sementara, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar yang menerima kunjungan Kapolda Jawa Timur mengatakan siap bersinergi agar wilayah Jawa Timur tetap kondusif.
“Intinya, bagaimana agar Jawa Timur tetap kondusif dan Pilkada berjalan dengan lancar,” kata dia.
Marzuki juga menegaskan, wilayah Jawa Timur harus tetap kondusif. Untuk itu, perlu kerjasama beberapa pihak, baik dari TNI/Polri, pemerintah daerah maupun tokoh agama.
“Jawa Timur harus tetap kondusif dan aman. Di samping ada pendekatan kedinasan, harus ada pendekatan kultural. Salah satunya dengan silaturahmi kepada tokoh agama. Dengan demikian, upaya mengamankan Jawa Timur, separo sudah dijalankan. Sebab, di bawah ulama pasti ada umat, Insya Allah beres semuanya,” jelas dia.
Pada kesempatan tersebut, ia berpesan kepada warga Jawa Timur untuk siap menjalin sinergi dengan pejabat baru di jajaran Polda Jawa Timur.
“Kepada warga Jawa Timur, apapun yang menjadi keputusan Kapolri dengan menunjuk Kapolda Jawa Timur yang baru, sudah melalui proses matang, prosedural dan legal. Dengan hadirnya siapapun, tentu kami yakin Polri berbuat terbaik untuk bangsa,” tandas dia.
Selain itu saat kunjungan ke Ponpes Sabilurrosyad, Kapolda Jawa Timur juga memberikan bantuan sosial berupa satu ton beras, 1.000 masker dan 1.000 hand sanitizer.




