Probolinggo blok-a.com – Korps Sabuk Putih Bhayangkara Kota Probolinggo memiliki ‘senjata’ baru dalam meningkatkan kesadaran lalu lintas masyarakat di wilayah Kota Probolinggo. Pendekatan baru lewat pre-emtif dan edukasi spritual, cara unik dan berbeda.
Kesadaran bisa tercapai bila sosialisasi atau nasihat berlalu lintas yang diberikan petugas kepolisian bisa masuk ke hati masyarakat karena mereka melihatnya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Hal tak biasa terlihat di kawasan Pasar Baru Kota Probolinggo. Bahu jalan yang biasanya digunakan parkir kendaraan roda empat, Minggu (23/10/2022), berubah menjadi tempat sentuhan spritual “Ngaji Bareng” para pengendara motor yang melanggar.
Ngaji bareng tersebut langsung dilakukan Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslah, di dampingi Kanit Turjawali Ipda Tohari bersama Ust. Hasanudin Adam. Mereka lebih memilih memberikan sentuhan hati secara santun.
“Dalam setiap pelanggaran – pelanggaran sudah banyak nasehat, tapi tingkat kesadaran manusia para pelanggar ini masih sangat tinggi. Oleh karena itu, terobosan baru pendekatan secara spiritual dengan bacaan ayat-ayat Alquran bisa menghidupkan jiwa yang terlena,”ujar Ustad. Hasanudin Adam.
Lebih jauh, Hasanudin Adam mengatakan, setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pelanggar itu menunjukkan jauh dari agama dan nilai-nilai kebenaran. Bahkan, nasehat manusia sudah tidak banyak didengarkan, maka Alquran menjadi nasehatnya.
“Yang jelas kembali kepada manusianya sendiri. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu dapat merubahnya,”tandasnya.
Sementara Kasat Lantas AKP Roni Faslah menjalaskan, giat pre-emftif edukasi spritual “Ngaji Bareng” diberikan bagi yang memakai kendaraan bermotor melanggar aturan, seperti tidak memakai helm.
“Pelanggar Lalin kita ajak Ngaji Bareng. Semoga warga Kota Probolinggo bisa sadar atas kesalahannya dan tidak melakukan kesalahannya lagi,”tuturnya.
Disisi lain, Satlantas Polres Probolinggo Kota sekarang tindakannya tidak ada Represif, melainkan pre-emitif dan preventif edukatif.
Apalagi secara prosentase masyarakat notabene adalah muslim.
“Nasihat yang diberikan akan terbuka. Artinya secara sadar akan pasti tertib berlalu lintas karena sebelumnya diberikan pengetahuan. Ini memotivasi diri sendiri untuk tertib lalu lintas. Semoga menjadi motivasi pendorong hati untuk mengendarai lebih tertib lagi,”pinta Roni Faslah.
Luis (23), warga Kelurahan Kanigaran Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo sangat mengapresiasi langkah Satlantas Polres Probolinggo Kota karena lebih santun menindak pelanggar lalu lintas dengan cara “Ngaji Bareng”.
“Awalnya kaget, karena saya tidak memakai helm. Petugas langsung mengarahkan untuk mendengarkan sentuhan hati spritual agar bisa sadar atas kesalahannya. Selesainya dapat sembako dan nasi bungkus. Semoga warga Kota Probolinggo sadar tertib berlalu lintas untuk keselamatan bersama. ,”pungkasnya. (Inos)










Balas