Sempat Vakum Dua Tahun, Banyuwangi Kembali Gelar BEC

img 20221209 wa0076
Peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2022 ketika mengikuti gladi bersih di Gesibu Banyuwangi, Jum'at (9/12/2022) sore. (blok-a.com/Aras Sugiarto)

Banyuwangi- Sempat vakum selama dua tahun dikarenakan Pandemi Covid-19, Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada Sabtu (10/12/2022) siang.

Agar pelaksanaan BEC bisa berjalan dengan baik, panitia menggelar gladi bersih. Di acara gladi bersih ini, puluhan talent memperagakan tarian kolosal dengan lincah, dan lihai bak peragawan dan peragawati berjalan di atas catwalk.

img 20221209 wa0077

Nantinya, para peserta ini akan berjalan di sepanjang jalan Kota Banyuwangi dengan memakai busana etnik dikreasi secara kontemporer

Tempat acara BEC ini, di Gelanggang Seni dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi yang lebih dikenal Taman Blambangan Banyuwangi

BEC tahun 2022 ini, akan diikuti Putri Pariwisata Cilik Jawa Timur 2022, Elvira Adijaya, yang merupakan putri asli kelahiran Banyuwangi.

Saat ini, Putri Adijaya duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri (SDN) Singonegaran, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi terpilih sebagai model prototipe BEC 2022.

“Saya sangat senang sekali, turut terlibat di ajang bergengsi ini, saya akan tampil maksimal,” kata Elvira dengan bangga.

img 20221209 wa0075

Sementara, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestandani mengatakan semoga BEC ini mampu menggeliatkan sektor pariwisata di bumi Blambangan ini.

Tema yang di usung pada BEC tahun 2022 ini, “The Diversity of Banyuwangi Culture” yang menceritakan Banyuwangi menjadi rumah bagi ragam etnis dan budaya.

Ragam etnis tersebut yakni Jawa, Osing, Bali, Mandar, Madura, hingga Arab. Yang menggambarkan sebagai Tamansari Nusantara.

Puluhan peserta BEC ini akan berparade dan disajikan secara tematik, mempresentasikan masing-masing etnis tersebut.

“BEC ini merupakan ajang konsolidasi lintas elemen, untuk bersama-sama membangun Banyuwangi,” jelas Ipuk Fiestandani.

Bupati Ipuk memaparkan kabupaten Banyuwangi kaya akan beragam suku, dan budaya. Perbedaan inilah menjadi modal untuk saling gotong royong membangun Banyuwangi yang lebih baik.

“Dalam membangun Banyuwangi, tidak melihat dari suku apa?. Tapi semuanya guyub dan punya peran,” paparnya. (Aras Sugiarto)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com