Sampang, blok-a.com – Ribuan santri bersarung mengikuti Jalan Jalan Sehat (JJS) di Kabupaten Sampang. Para peserta yang terlibat, datang dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) daerah setempat guna memeriahkan momentum Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2022.
Kegiatan Jalan Jalan Sehat santri bersarung, dilepas Wakil Bupati Sampang, H. Abdullah Hidayat Bersarung di depan Pendopo Trunojoyo, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang.
Pada kegiatan itu, hadir Dandim 0828/Sampang, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang, KH. Syafiuddin Abd Wahid bersama Pengurus PCNU Sampang.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Moh. Ersyad menyampaikan, konsep peserta Jalan Jalan Sehat bersarung sebagai bentuk menerjemahkan suatu kehidupan yang religius serta menyesuaikan dengan ikon kehidupan santri saat menimba ilmu di Pondok Pesantren.
“Hari Santri Nasional harus menjadi momentum untuk saling merekatkan silaturahmi antar golongan dan sesama umat. Santri patut berbangga hati serta harus saling menjaga martabat kemanusiaan demi masa depan bangsa,” ungkapnya, Jumat (21/10/2022).
Saat momentum Hari Santri Nasional, Wakil Bupati Sampang, H. Abdullah Hidayat mengaku terharu dan berkesan terhadap antusias warga serta semangat kaum santri yang merasa terpanggil berpartisipasi memeriahkan dan menyemarakkan HSN.
Bahkan, pihaknya menyebutkan jika santri memiliki ciri khas tersendiri pada aktivitas sehari-hari. Baik berada di lingkungan Pondok Pesantren tempat menimba ilmu maupun wilayah lingkungan sosial dalam beradaptasi bersama masyarakat.
“Ada Sekitar 4000 santri yang ikut memeriahkan momentum HSN dengan melakukan Jalan Jalan Sehat bersarung. Hal semacam ini, telah menjadi ciri serta identitas seorang santri yang tidak dapat terpisahkan dari tempat mereka menimba ilmu di berbagai pondok pesantren,” ucapnya.
Menurutnya, sejarah Hari Santri Nasional sangat lekat dengan perjuangan dalam upaya mempertahankan dan menyelamatkan hingga merdeka dari penjajahan negara Belanda serta tetap berdiri tegak sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ajang silaturahmi harus dijadikan tonggak menyatukan peran santri dalam kemajuan bangsa sesuai tema Hari Santri Nasional, yaitu Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan,” pungkasnya.
Penulis : Rafi
Editor : Gatut Imawan




