Sumenep, blok-a.com – Seakan senyap dari bisingnya sederet polemik hingga kasus dugaan korupsi di Sumenep. Ternyata kekosongan jajaran direksi Perusahaan (PD) Sumekar, Sumenep, Madura Jawa Timur bakal segera terisi. Seleksi pendaftaran dibuka sejak 14-18 November 2022 dengan 4 calon direktur yang melamar.
Kekosongan jajaran direksi selama berbulan-bulan pasca Direktur PD Sumekar mengundurkan diri, tak tampak lagi geliat perusahaan plat merah tersebut. Meski hiruk pikuk politik pemerintahan tak lepas dari mata aktivis, pengamat, pemerhati hingga praktisi dan politisi. Namun seleksi direksi PD Sumekar jauh dari hingar bingar itu.
Sontak saja, aktivis DPD Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Jatim, Bagus Junaedy mulai melirik proses seleksi jajajran direksi PD Sumekar itu. Pasalnya sejak beroperasi selama ini, perusahaan tersebut belum memberikan kontribusi nyata bagi daerah dari sektor pendapatan.
“Berapa sih Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini memberikan kontribusi pandapatan. BUMD PD Sumekar sudah berdiri selama bertahun-tahun, sejauhmana kontribusi terhadap peningkatan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumenep?” Tanya Edy, panggilan akrabnya.
Ketua DPD LAKI Jatim ini mempertanyakan deviden perusahaan plat merah Sumenep tersebut. “Kita akan audit dan minta laporan neraca keuangannya nanti?” Tandasnya.
Kenapa? Lanjut Edy, sebab jikalau misalkan perusahaan itu tak memberikan deviden atau peningkatan PAD, buat apa dipertahankan. Bubarkan saja. Itu hanya nambah beban bagi daerah.
“Apalagi, sempat tersiar sebelumnya jika sudah tak mampu bayar karyawannya. Kenapa meski ada rekrutmen atau seleksi jajaran direksi lagi? Coba perusahaan itu bergerak dalam usaha atau bisnis apa saja selama ini. Yang saya tahu hanya pengadaan beras ASN. Berapa untungnya?” Tanya Edy geram.
Namun, kata dia, jika masih harus dipertahankan dengan alasan punya potensi peluang bisnis yang menjanjikan kedepannya, silahkan digarap. “Hanya saja, saya tekankan seleksi jajaran direksi yang diperkirakan bakal digelar tes pada tanggal 23 November ini diisi oleh orang-orang kompeten,” kicaunya.
Jadi, kata pegiat anti korupsi ini, agar tidak mengalami nasib serupa dan jelas bisa berikan kontribusi pendapatan, maka rekrutlah dari kalangan profesional. “Misalnya saja calon direktur itu punya trik record yang jelas dan punya pengalaman kerja di perusahaan bonafit. Itu diantara indikator kompetensi,” imbuhnya.
Sayangnya, Panitia Seleksi (Pansel) Direksi PD Sumekar Ernawan Utomo belum bisa dikonfirmasi. Sebab dihubungi via WhatsApp nya tidak aktif atau centang satu hingga berita ini tayang. (Aldo/Gim)



