Jombang, blok-a.com – Semangat menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mengantarkan seorang kader senior Barisan Ansor Serbaguna (Banser) asal Sumatera Selatan (Sumsel), Makhsun Arif Hidayat (56). Ia menempuh perjalanan ribuan kilometer dengan bersepeda menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Pria yang akrab disapa Ndan Arif itu bersepeda selama 14 hari dari Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, hingga Jombang. Perjalanan panjang tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk menghadiri Muktamar ke-35 NU.
“Saya memang sudah berniat datang ke Muktamar dengan bersepeda. Ini bentuk rasa syukur karena masih diberi kesehatan dan kekuatan,” kata Ndan Arif.
Keinginan tersebut telah dipersiapkannya sejak jauh hari. Bahkan, sekitar lima bulan sebelum Tambakberas ditetapkan sebagai lokasi Muktamar ke-35 NU, Ndan Arif mulai mempersiapkan kondisi fisik dan mental.
“Persiapannya bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Saya ingin memastikan perjalanan ini benar-benar bisa sampai ke Jombang,” ujarnya.
Pria kelahiran Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, itu mengaku tidak mengalami kendala berarti selama perjalanan. Justru, dukungan dan sambutan dari sesama kader NU di berbagai daerah membuat semangatnya semakin kuat.
“Saya tidak merasa sendirian. Di sepanjang jalan ada sahabat-sahabat Ansor, Banser, NU yang menyambut. Itu yang membuat saya semakin bersemangat,” tuturnya.
Salah satu sambutan yang paling berkesan diterimanya ketika melintasi wilayah Lampung. Jajaran PW GP Ansor Lampung turut memberikan pengawalan kepada Ndan Arif selama perjalanan melintasi Bumi Ruwa Jurai tersebut.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Jakarta. Setibanya di ibu kota, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Addin Jauharudin menyambut sekaligus melepas langsung Ndan Arif dari Markas Komando PP GP Ansor Pusat.
Dukungan juga datang dari kader NU di sejumlah daerah yang menjadi titik transit. Mulai dari PWNU, PCNU hingga MWC NU turut menyapa dan memberikan semangat kepada Ndan Arif.
“Ketika sahabat-sahabat Ansor dan Banser menyambut di jalan, saya merasa seperti mendapat tambahan tenaga. Padahal secara fisik tentu sudah capek,” katanya.
Setelah menempuh perjalanan panjang, roda sepeda Ndan Arif akhirnya memasuki kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Kedatangannya pada Rabu, 19 Agustus 2026, disambut Gus Ahmad Silahuddin Asya’ari atau Gus Adi dan Gus Heru, cucu pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah, bersama sejumlah kader Banser setempat.
Setibanya di Tambakberas, ingatan Ndan Arif langsung tertuju kepada sosok KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab, salah satu tokoh penting dalam sejarah NU yang memiliki keterkaitan erat dengan Tambakberas.
“Mbah Wahab itu luar biasa. Beliau adalah pahlawan nasional, penggerak, dan orang yang memiliki jasa sangat besar bagi NU. Saya sulit mencari kata-kata untuk menggambarkan kebesaran beliau,” ungkapnya.
Ndan Arif bahkan tak kuasa menahan haru ketika mengenang sosok Mbah Wahab. Perasaan tersebut seolah menjadi puncak emosional setelah selama 14 hari mengayuh sepeda dan menempuh ribuan kilometer dari Sumatera hingga Jawa.
Usai menuntaskan perjalanan tersebut, Ndan Arif berharap Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dengan suasana sejuk, damai, dan penuh persaudaraan.
“Saya berharap Muktamar berjalan damai dan melahirkan pemimpin PBNU yang istiqamah. Pemimpin yang bisa mengayomi jam’iyah sampai ke bawah, sampai ke warga Nahdliyin di akar rumput,” pungkasnya.
Perjalanan Ndan Arif tidak sekadar tentang jarak ribuan kilometer yang berhasil ditempuh dengan sepeda. Aksi tersebut menjadi gambaran sederhana tentang semangat pengabdian dan khidmah kepada NU.
Selama niat masih kuat dan tubuh masih diberi kemampuan, pengabdian kepada jam’iyah NU, menurut Ndan Arif, dapat dilakukan dengan berbagai cara. (Sya)




