Selamat Hari Guru Nasional, Intip Perbedaan Guru Zaman Dulu dan Sekarang Yuk!

Ilustrasi Guru
Ilustrasi Guru - Foto: Arizona Mirror

BLOK-A – Tanggal 25 November bukanlah hari biasa. Setiap tanggal ini, kita memperingati yang namanya Hari Guru Nasional. Perayaan ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa guru layaknya pahlawan yang tak kenal lelah untuk mendidik generasi muda.

Pernah menjadi siswa, tentu kamu merasakan dong perbedaan guru pada zaman dulu dan sekarang?

Coba kita lihat perbedaan tersebut yuk!

1. Fasilitas Penunjang

Zaman dulu, para guru mengajar menggunakan papan tulis dan kapur sebagai medianya. Sedangkan pada saat ini, guru zaman sekarang sudah menggunakan spidol dan whiteboard. Dan untuk fasilitas tambahan, kini sudah banyak sekolah yang memfasilitasi setiap kelas dengan layar proyektor dan LCD untuk menjelaskan materi pelajaran menggunakan Power Point.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, tentunya fasilitas penunjang tersebut semakin mempermudah guru dan siswa, ya!

2. Gaya Belajar

Zaman dulu anak-anak belajar sesuai dengan buku paket dan materi yang dibawakan oleh para guru. Sedangkan pada zaman sekarang, guru-guru dituntut lebih kreatif dalam memberikan materi kepada siswa.

Murid lebih banyak belajar berkelompok untuk lebih meningkatkan daya ingin tahu mereka, dan mengembangkan pengetahuan secara luas dan mengasah kemampuan untuk berorganisasi agar semua murid lebih aktif untuk menerima materi kurikulum yang disediakan.

3. Cara Menghukum

Kalau zaman dulu guru seringkali menghukum murid dengan melempar penghapus atau melayangkan penggaris kayu, berbeda dengan saat ini yang metode hukumannya diberikan lebih halus dengan menasehati.

4. Tugas

Zaman dulu para murid terbiasa menerima tugas atau pekerjaan rumah (PR) yang menumpuk di buku-buku pelajaran, berbeda dengan saat ini. Anak-anak diajarkan untuk lebih kreatif dan inovatif. Tugas yang diberikan pun berbeda, tak sekadar menulis tangan saja. Para murid zaman sekarang juga sudah banyak mengerjakan tugas dengan format video, lho.

5. Nilai

Zaman dulu, nilai hanya berkutat pada hasil ujian. Namun saat ini banyak nilai yang terbagi menjadi beberapa jenis, contohnya sikap dan kemampuan. Zaman dulu nilai juga hanya berkutat pada kurikulum saja, namun kini nilai ekstrakurikulum ikut andil dalam penilaian raport.

Jadi anak yang pintar bukan dalam mata pelajaran pun akan ikut terpacu untuk menunjukkan kemampuannya di bidang lain, seperti di bidang olahraga, kesenian, dan masih banyak lagi.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com