Kepolisian RI Usai Kemerdekaan
Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Jepang memutuskan bahwa polisi Indonesia tetap bertugas. Pada 17 Agustus 1945, kepolisian resmi berganti menjadi Kepolisian Indonesia yang merdeka. Baru kemudian dibentuklah Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dua hari usai proklamasi.
Dikutip dari laman polri.go.id, Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia.
Langkah awal yang dilakukan, antara lain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang. Juga membangkitkan moral rakyat serta satuan-satuan bersenjata yang sedang dilanda depresi dan kekalahan perang yang panjang.
Pada 29 September 1945, Presiden Soekarno melantik Raden Said Sukanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN). Kepolisian saat itu berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara.
Kepolisian saat itu cuma bertanggung jawab dalam masalah administrasi. Sementara, terkait masalah operasional ditanggung oleh Jaksa Agung.
Pada 1 Juli 1946, Djawatan Kepolisian Negara resmi bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri. Hal ini diperkuat melalui Penetapan Pemerintah Tahun 1946 No. 11/S.D. Sejak saat itulah, tanggal 1 Juli ditetapkan sebagai Hari Bhayangkara yang diperingati hingga saat ini.
Tema HUT Bhayangkara ke-77 tahun 2023
Berdasar laman resmi Polri, tema HUT ke-77 Bhayangkara tahun ini adalah Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju.
Dalam rangka HUT ke-77 Bhayangkara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri berziarah serta tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2023) pagi.
“Berziarah ke makam para pendahulu ini merupakan wujud untuk mengenang nilai-nilai perjuangan maupun keteladanan dari seluruh pahlawan negara Indonesia. Dengan demikian, kita harapkan nilai-nilai keteladanan tersebut menjadi motivasi, menjadi semangat bagi kita dalam menyongsong Hari Bhayangkara yang ke-77,” ujar Sigit dalam keterangannya, Jumat (30/6/2023).
Dengan mengenang dan merefleksikan keteladanan serta perjuangan para pahlawan, kata Kapolri, bisa menjadi semangat untuk seluruh personel Polri dalam menghadapi seluruh tantangan maupun tugas ke depan.
Apalagi, Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum 2024. Diperlukan kerja keras dari jajaran kepolisian beserta seluruh elemen masyarakat, untuk terus mengawal nilai persatuan dan kesatuan, demi mewujudkan Indonesia menjadi negara maju.



