Sejarah Stasiun Kota Baru Malang, Diresmikan saat Pemerintahan Belanda-Kanopinya Tetap Hingga Kini

Stasiun Kota Malang pada tahun 1942. (foto : KAI Website)

 

Kota Malang, Blok-a.com -Stasiun Kota Baru Malang ternyata dulunya merupakan ujung dari jalur kereta api pertama yang dibangun oleh perusahaan kereta api negara Staatsspoorwegen (SS).

Stasiun itu dulunya merupakan bagian dari lintas Surabaya – Pasuruan – Malang. Jalurnya sepanjang 112 km dari Surabaya ke Kota Malang. Stasiun Kota Malang kemudian diresmikan pada tanggal 20 Juli 1879 oleh Gubernur Jenderal Mr. J. W. Van Lansberge.

Kemudian, dua puluh tahun kemudian dilakukan renovasi Stasiun Malang dengan memperluas bangunan. Stasiun juga dipasangi kanopi yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Status Stasiun Kota Malang juga dipengaruhi oleh pemerintahan pada saat itu. Memasuki tahun 1914, status Kota Malang naik menjadi Gementee. Yakni kemudian dikenal menjadi ibukota Karesidenan Pasuruan.

Naiknya status Malang membuat pemerintah Hindia Belanda melakukan perencanaan pembangunan kota yang dipimpin oleh arsitek kenamaan, Ir. Thomas Karsten.

Rencana penataan kota sudah muncul sejak tahun 1920, salah satunya mengatasi permasalahan perjalanan kereta api mengingat Stasiun Malang berada di sebelah timur jalur kereta api sedangkan perkembangan kota mengarah ke sebelah barat jalur kereta.

Memasuki tahun 1927 dibuatlah gagasan pemindahan stasiun ke sebelah barat jalur kereta. Rencana tersebut baru terealisasi tiga tahun kemudian, usai pemerintah menyetujui rencana tersebut. Gemeente Malang pun bersedia membantu sepertiga biaya pemindahan stasiun yang nantinya dikeluarkan oleh SS. Namun rencana tersebut tidak dapat terealisasi karena pada tahun 1930-an terjadi malaise atau krisis ekonomi.

Memasuki tahun 1938 rencana pemindahan stasiun menemui titik terang. Kala itu, Gemeente Malang dan SS sepakat melakukan pemindahan Stasiun Malang.

Sehingga, stasiun yang baru dibangun sekitar 100 meter selatan stasiun lama. Pembangunan stasiun baru itulah yang kini dikenal dengan Stasiun Kota Malang Baru, yang terletak sangat strategis dari segi tata ruang Kota Malang. Yakni, dekat dengan alun-alun Tugu Malang yang merupakan sebuah lambang dari pusat Kota Malang pada saat itu, di tahun 1925.

Diketahui, jalan di depan stasiun tersebut rencananya akan dibangun suatu boulevard yang dinamakan Daendels Boulevard. Akan tetapi rencana tersebut tidak pernah terealisasi.

Hingga kini, baik Stasiun Kota Lama dan Stasiun Kota Baru di Malang masih beroperasi. Banyak rute perkeretaapian yang sudah berkembang dan lengkap. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com