Sejarah Pembangunan Pasar Besar Malang dari Tahun ke Tahun

Sejarah pasar besar malang
Pintu masuk Pasar Besar Malang Tahun 1935 (foto: Facebook/Sasongko Jati)

Blok-a.com – Pasar Besar Malang adalah pasar tradisional terbesar di Kota Malang yang telah menjadi pusat grosir kebutuhan primer bagi masyarakat. Pasar ini memiliki sejarah panjang, mulai dari renovasi dan peristiwa penting, termasuk kebakaran besar yang mengubah bentuk dan tata letaknya.

Saat ini, Pemerintah Kota Malang berencana untuk melakukan revitalisasi Pasar Besar Malang. Namun, rencana tersebut menimbulkan pro kontra di kalangan pedagang. Beberapa pedagang setuju dengan pembangunan ulang pasar, sementara yang lain menentang karena mereka merasa hasil kajian menyatakan kondisi bangunan pasar masih layak beroperasi.

Berikut adalah sejarah pembangunan Pasar Besar Malang dari tahun ke tahun:

1914-1924 (Awal Pembangunan)

Awalnya, Pasar Besar Malang dikelola oleh pihak swasta dan lebih dikenal sebagai Pasar Pecinan karena lokasinya yang berada di dekat kawasan Pecinan. Namun, pada tahun 1914, Pemerintah Kota Malang mengambil alih pengelolaannya untuk mengatur perdagangan yang semakin berkembang.

Sebelumnya, pemerintah sempat berencana membangun pasar di lokasi Pasar Burung Splendid, tetapi wilayah tersebut dianggap kurang cocok. Akhirnya, pilihan jatuh ke wilayah Pecinan, yang mendapat dukungan dari komunitas Arab dan Tionghoa di sekitar pasar. Mereka bahkan rela melepaskan tanahnya demi perluasan pasar.

Setelah resmi dikelola oleh pemerintah, Pasar Besar Malang mulai direnovasi dan dibangun ulang pada tahun 1919. Proses pembangunan ini memakan waktu lima tahun dan baru rampung pada 1924.

1932–1941 (Pembangunan Pasar Alternatif dan Fasilitas)

Meskipun telah diperluas, jumlah pedagang terus bertambah, sehingga pasar menjadi terlalu padat. Untuk mengatasinya, pada 1932–1934, Pemerintah Kota Malang membangun pasar-pasar baru di beberapa lokasi, diantaranya, Pasar Bunul, Pasar Kebalen, Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Embong Brantas, Pasar Lowokwaru.

Setelah jumlah pedagang di Pasar Besar Malang berkurang, pada tahun 1935, pemerintah mulai melakukan penataan ulang terhadap los-los dagangan serta meningkatkan kebersihan, terutama di area penjual ikan dan daging.

Pada tahun 1937, pemerintah juga membangun stasiun bus dan oplet di belakang Pasar Besar Malang untuk meningkatkan aksesibilitas pasar. Lalu, pada tahun 1941, pasar dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti tempat penitipan sepeda dan sarana MCK bagi pengunjung.

1973-1990 (Renovasi Menjadi Dua Lantai)

Setelah era Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1973, Pasar Besar Malang pasar yang sebelumnya hanya satu lantai direnovasi menjadi dua lantai dengan desain yang lebih modern.

Namun sayangnya pada tahun 1985, kebakaran besar melanda sisi timur Pasar Besar Malang sehingga menyebabkan kerusakan parah. Pemerintah pun melakukan renovasi besar-besaran pada tahun 1990 dengan menunjuk PT. Surya Fortuna Kencana Setia sebagai kontraktor utama. Biaya renovasi saat itu mencapai Rp31 miliar.

1991 (Pembangunan Empat Lantai)

Renovasi pasca kebakaran mengubah wajah Pasar Besar Malang secara drastis. Pada tahun 1991, pasar ini resmi menjadi bangunan empat lantai dengan pembagian lantai 1 dan 2 untuk pasar tradisional, lantai 3 untuk Matahari Department Store, kemudian lantai 4 untuk pusat grosir matahari dan area parkir.

Sayangnya, pada tahun 2003, kebakaran besar kembali terjadi di Pasar Besar Malang. Kali ini, api berasal dari lantai 3 Matahari Department Store. Kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp40 miliar. Pasca kebakaran, pemerintah kembali melakukan renovasi, tetapi tidak mengubah bentuk bangunan pasar yang telah ada.

2016-2018 (Kebakaran Berturut-turut)

Pada tahun 2016, kebakaran besar melanda lantai dasar Pasar Besar, yang dianggap sebagai kebakaran terparah karena menghancurkan ribuan tempat berjualan di seluruh lantai. Akibat kejadian tersebut, aktivitas perdagangan di Pasar Besar Malang terhenti, dan para pedagang terpaksa direlokasi.

Kemudian, pada tahun 2017, kebakaran kembali terjadi, kali ini merusak dua kios. Tidak lama berselang, pada tahun 2018, kebakaran kembali melanda dan kali ini menghancurkan sebuah kios elektronik, Kartika Jaya, yang berada di lantai satu. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada barang-barang elektronik yang ada di toko tersebut.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com