Sebelum Kabur, Bandit ATM Mandiri Jalan Kawi Tembak Petugas Bank 2x

Kondisi Atm Bank Mandiri Jalan Kawi
Kondisi Atm Bank Mandiri Jalan Kawi - Foto: Elfran Vido

MALANG – Pelaku kasus penembakan dan dugaan perampokan di gerai ATM Mandiri yang ada Jalan Kawi, Kota Malang, Senin (31/8) malam masih misteri. Namun, dari keterangan 4 saksi, polisi paling tidak sudah bisa menebak jalannya proses perampokan

Menurut keterangan Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu dari hasil interogasi saksi, pelaku dipastikan berjumlah dua orang. Menggunakan sepeda motor dan membawa pistol jenis airsoft gun.

Kala itu di lokasi, ada petugas vendor ATM. Seorang merupakan teknisi dan seorang lagi adalah satpam atau security ATM. Azi juga menerangkan sebelum menembak, pelaku sempat berkata sesuatu hal kepada satpam ATM.

“Jadi pelaku yang membawa senjata ini mendekat ke arah korban satpam ATM. Saat mereka bertatap muka, pelaku berteriak “woiii” lalu tangan pelaku memegang bahu korban,” ceritanya.

“Kemudian pelaku mendorong korban ke depan, dan langsung mengeluarkan senjata dan menembakkan ke arah kaca gerai ATM,” lanjut Azi.

Setelah tembakan pertama itu, korban satpam ATM kemudian memberikan perlawanan kepada pelaku. Pelaku yang mendapatkan perlawanan, menembak ke arah korban.

“Tembakan kedua pelaku ditangkis oleh korban dan membuat jari jempol tangan kanan terluka terserempet peluru. Pelaku kemudian kabur naik sepeda motor ke arah Jalan Tangkuban Perahu,” tukas Azi.

Pelaku pun kemudian sempat menembak lagi ke arah korban yang berusaha mengejar. “Namun tembakan ketiga tersebut meleset dan tidak mengenai korban, dan pelaku pun akhirnya berhasil kabur,” bebernya.

Saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

“Kami masih koordinasi kapan waktunya (Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur) datang ke TKP. Nantinya di lokasi kejadian akan dilakukan penyelidikan terkait pecahan kaca, peluru yang digunakan pelaku, dan arah tembakan,” pungkasnya.

Exit mobile version