Satgas Covid-19 Kota Malang Terkejut Saat Sidak ke Klenteng Eng An Kiong, Ada Apa?

Imlek Di Klenteng Eng An Kiong
Imlek di Klenteng Eng An Kiong - Foto: Bob Bimantara Leander

KOTA MALANG – Perayaan Tahun Baru Imlek 2021 di klenteng Eng An Kiong Kota Malang membuat jajaran Satgas Covid-19 terkejut.

Pasalnya, perayaan di klenteng tersebut tidak ada keramaian atau kerumunan.

Wakil Komandan Satgas Covid-19 Kota Malang sekaligus Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Simarmata mengaku perayaan tahun ini sungguh sepi.

“Ternyata memang beda jauh ya. Saya sudah mengamankan tahun lalu dan tahun ini. Kalau tahun lalu banyak sekali yang beribadah ke sini. Sekarang sangat minim. Mungkin karena sudah woro-woro dari pihak klenteng sini,” kata Leo seusai meninjau Klenteng Eng An Kiong, Jumat (12/1).

Sepinya klenteng tersebut, kata Leo, nampak dari orang yang beribadah. Leo menghitung bahwa setidaknya hanya ada 30 orang saja.

“Biasanya bisa sampai 100 hingga 200 orang yang beribadah. Dan memang pengelola klenteng sudah membatasi. 30 itu undangan semua. Kalau gak undangan mohon maaf tidak bisa masuk,” kata Leo.

Untuk sisanya, kata Leo, disarankan pengelola untuk beribadah di rumah masing-masing.

“Ya karena waktu pandemi Covid-19 ini maka dari itu ada pembatasan,” tutur Leo.

Leo juga mengatakan bedanya dengan perayaan tahun lalu adalah di klenteng tidak ada atraksi barongsai.

Biasanya atraksi barongsai tersebut akan berkeliling ke sekitar wilayah Klenteng dan warga pun pasti akan riuh dan berkerumun di pinggir jalan.

“Untuk atraksi barongsai ini dipastikan tidak ada karena pihak klenteng juga khawatir karena ini masih melaksanakan PPKM Mikro,” tutup Leo.

Terpisah, warga Jalan Gatot Subroto, Ahmad menjelaskan memang atraksi barongsai tersebut sangat ditunggu warga sekitar.

“Bisanya ramai mas buat hiburan warga sekitar bahkan juga tak jarang dari luar kota ramai begitu,” kata dia.

Meskipun hiburan tersebut kini tiada. Ahmad tidak mempermasalahkannya.

“Ya mau gimana lagi mas. Ya tidak papa kan Covid-19 juga patuhi aja arahan pemerintah,” tutup Dia.

Exit mobile version