KOTA MALANG – Pasca 15 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dinyatakan reaktif dan Wali Kota Malang Sutiaji positif covid-19. Kini anggota DPRD Kota Malang menjalani swab test.
Sebab, jajaran Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang sangat intens melakukan pertemuan. Apalagi, belakangan, ada agenda penyusunan APBD 2021 yang telah disahkan belum lama ini.
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengatakan hari ini (Selasa 1/12), seluruh anggota DPRD Kota Malang melakukan tes swab dan pengecekan kesehatan secara bergantian.
“Kami mengambil langkah swab setelah sebelumnya ada banyak dari ASN yang dinyatakan reaktif. Terlebih beberapa hari terakhir anggota kami banyak berinteraksi dengan ASN Pemkot Malang untuk membahas APBD 2021,” terang dia.
Selain itu, Made juga meminta seluruh anggota dan staf DPRD Kota Malang untuk melakukan Work From Home (WFH). Dilakukan secara bergantian sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Meski demikian, tidak ada agenda yang terganggu. Kami bersyukur R-APBD 2021 sudah selesai,” jelas politisi PDIP tersebut.
Made juga mengatakan di Bulan Desember ini masih ada sejumlah agenda yang harus dilakukan. Diantaranya, agenda paripurna laporan Pansus dan Laripurna Pengesahan Ranperda pada 7 dan 8 Desember 2020 mendatang.
Ada 6 Ranperda yang akan disahkan. Yakni Ranperda Minol, Ranperda Tunas, Ranperda Jasa Umum, Ranperda Jasa Usaha, Ranperda Lingkungan Hidup, dan Ranperda Kepemudaan.
“Sebisa mungkin kita selesaikan semua agenda yang tersisa, dan rencananya paripurna akan dilaksanakan secara daring,” pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menerapkan aturan Work From Home (WFH) mulai Selasa (1/12).
Hal tersebut dilakukan setelah diketahui sebanyak 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang diketahui reaktif setelah dua kali mengikuti rapid test.
Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto mengungkapkan, rapid test digelar secara reguler terhadap sejumlah ASN di lingkungan Pemkot Malang.
“Kami melakukan rapid test tidak hanya satu kali, tapi dua kali. Hasilnya, ada 10 orang, bahkan mencapai 15 orang yang reaktif dan mengarah pada indikasi positif confirm covid-19,” kata dia.
Setelah itu, pihaknya langsung melaporkan hasil rapid test tersebut kepada Wali Kota Malang, Sutiaji.
“Mengacu hal tersebut, kami laporkan ke pak Wali (Wali Kota Malang), yang dalam aktivitas kesehariannya relatif intens berkomunikasi dengan Wali Kota, baik administratif maupun lapangan. Beliau juga berinisiatif untuk melakukan swab test,” kata dia.
Berdasarkan hasil tersebut pula, Pemkot Malang akhirnya mengambil sikap untuk mengurangi aktivitas di kantor untuk sementara dan memperbanyak aktivitas di rumah.
“Pak Wali juga mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 28bTahun 2020 untuk peniadaan apel pagi dan penerapan Work From Home (WFH) selama 14 hari dan nanti kami akan evaluasi,” papar dia.




