Kota Malang, blok-a.com – Rute Trans Jatim Koridor II Malang-Kepanjen dipastikan memiliki panjang sekitar 49 kilometer. Jalur tersebut menghubungkan sejumlah kawasan di Kota Malang hingga Kabupaten Malang dengan melintasi tiga terminal.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro mengatakan, rute Trans Jatim Koridor II dimulai dari Terminal Arjosari dan berakhir di Terminal Talangagung, Kepanjen.
“Rutenya dari Terminal Arjosari, Jalan Panji Suroso, Araya, Jalan S. Priyo Sudarmo, Jalan Sulfat, Jalan Danau Kerinci, Jalan Danau Toba, Jalan Ki Ageng Gribig, Terminal Madyopuro, Jalan Ki Ageng Gribig, Jalan Mayjen Sungkono, Terminal Hamid Rusdi, Jalan Sempal Wadak, Jalan Krebet, Terminal Gondanglegi, Jalan Trunojoyo, Jalan Panji, Jalan Sultan Agung, Jalan Kawi, Terminal Talangagung,” ujar Cito.
Dengan rute tersebut, Trans Jatim Koridor II akan melintasi Terminal Arjosari, Terminal Madyopuro, Terminal Hamid Rusdi, Terminal Gondanglegi hingga Terminal Talangagung.
Cito menyebut panjang keseluruhan rute diperkirakan mencapai sekitar 49 kilometer. Waktu tempuh perjalanan dari titik awal hingga akhir diperkirakan sekitar 1 jam 50 menit.
Pemilihan jalur tersebut mempertimbangkan potensi bangkitan penumpang sekaligus konektivitas dengan layanan transportasi yang sudah ada.
Menurut Cito, jalur Koridor II memiliki potensi penumpang cukup tinggi karena melewati sejumlah simpul transportasi, termasuk Terminal Arjosari dan Terminal Madyopuro. Rute tersebut juga memungkinkan integrasi dengan Trans Jatim Koridor I melalui Terminal Hamid Rusdi.
“Lah ini adalah rute yang di mana bangkitannya juga cukup tinggi karena melalui Terminal Arjosari, Terminal Madyopuro, dan bisa integrasi dengan koridor 1 di Hamid Rusdi juga,” jelasnya.
Untuk Terminal Arjosari, bus Trans Jatim Koridor II direncanakan masuk melalui Terminal Tipe C. Hal tersebut dilakukan agar layanan transportasi sekaligus aktivitas di terminal yang dikelola Pemerintah Kota Malang tersebut dapat lebih hidup.
Cito mengatakan, rute tersebut saat ini diarahkan untuk mulai beroperasi pada Oktober 2026. Namun, tanggal pasti pengoperasian belum ditentukan. (bob)
“Insyaallah kita mengaspal bulan Oktober tapi tanggalnya belum ditentukan. Itu program prioritas Pemprov Jatim yang harus terlaksana tahun ini,” pungkasnya. (bob)









