Banyuwangi blok-a.com – Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono mengajak masyarakat Banyuwangi jangan menganggap sampah jadi musuh. Tapi jadikan sahabat. Pasalnya, sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mayoritas berasal dari sampah rumah tangga.
Menurut Ruliyono, permasalahan sampah yang akhir-akhir ini menjadi perhatian seluruh pihak, juga menjadi sorotan DPRD Banyuwangi.

“Masalah sampah jangan dianggap sepele, butuh tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat,” kata Ruliyono, Minggu (4/12/2022).
Kebanyakan masyarakat, menganggap sampah sebagai barang yang menjijikkan, sebagai kotoran dan menganggapnya menjadi musuh masyarakat.
“Kita harus merubah mindset atau pola pikir masyarakat Banyuwangi terkait sampah. Padahal, sampah sampah yang menumpuk itu penyumbang terbesarnya dari rumah tangga, dari warga sendiri,” ungkapnya.
Nah, kata Ruli agar sampah sampah tersebut dijadikan sahabat akan menghasilkan uang, atau mampu menambah pendapatan.
“Jika sampah itu dijadikan sahabat, dan masyarakat bisa mengelolanya dengan baik dan profesional, sampah sampah tersebut akan menguntungkan masyarakat,” paparnya.
Untuk menyelesaikan permasalahan sampah, politisi asal Partai Golkar ini memiliki ide yang sangat brilian. Ia memiliki ide yang cemerlang, yaitu pemerintah setidaknya membuat 5 TPA yang dilengkapi dengan pengolahan sampah.
“Melihat luas wilayah Kabupaten Banyuwangi ini, setidaknya Pemkab Banyuwangi menyediakan 5 TPA yang dilengkapi dengan alat pengolahan sampahnya,” ujarnya.
Ruli sapaan akrab Ruliyono menjelaskan saat dirinya datang ke Kabupaten Jembrana, Bali melihat proses pengolahan daur ulang sampah yang berkelanjutan, dan hasilnya sangat memuaskan. Proses daur ulang sampah ini bisa dicontoh.
Bahkan sambungnya, keberadaan TPA yang dilengkapi peralatan daur ulang tersebut mampu menyerap ratusan tenaga kerja.
“Proses daur ulang sampah di kabupaten Jembrana bisa menyerap 150 tenaga kerja. Seharusnya, Banyuwangi bisa mencontohnya, saya yakin masyarakat Banyuwangi akan mendukungnya,” harapnya.
Ketua DPD Golkar Banyuwangi ini menceritakan saat dirinya meninjau proses daur ulang di salah satu TPA Kabupaten Jembrana, Bali. Di TPA tersebut, disediakan tempat fasilitas pengolahan sampah berikut sarana pemilihan. Di TPA itu, pekerja langsung memilah mana sampah organik dan anorganik.
“Proses daur ulang sampah pun dibedakan, mana sampah organiknya, dan mana anorganik, dari sampah rumah tangga maupun sampah dari industri. Jika proses ini diterapkan di Banyuwangi jelas akan bermanfaat, dan sangat menguntungkan,” pungkasnya. (Gim)










Balas
Lihat komentar