Rencana Pemkab Malang Gunakan Sperma Sapi China Belum Dilirik Importir

Peternakan sapi Kabupaten Malang
Peternakan sapi Kabupaten Malang - Foto: Bob Bimantara

KABUPATEN MALANG – Rencana Bupati Malang, H.M Sanusi untuk impor sperma sapi perah dari China sepertinya tidak akan terealisasi dengan cepat. Sebab, hingga kini belum ada importir yang bersedia mengirimkan semen beku ke Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Nur Cahyo menjelaskan tidak adanya importir itu karena kondisi pandemi Covid-19 saat ini di China.

“Jadi kan di China ada virus Covid-19 varian baru. Terus proses pengirimannya juga terhalang. Kami komunikasi terus dengan Pemerintah China bagaimana teknis membawanya (sperma sapi perah),” kata Nur Cahyo.

Jika memang sudah ada lampu hijau dari Pemerintah China dan juga didapati importir, ia memprediksi datangnya sperma itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

“Dan nanti setelah datang langsung bisa digunakan (dikawinkan),” imbuh Nur Cahyo.

Nur Cahyo mengaku sperma sapi perah impor tersebut bisa langsung dikawinkan karena sudah melalui proses sexing spermatozoa.

“Jadi sudah bisa kami tentukan pula nanti mau jadi sapi perah betina atau jantan. Karena sperma yang dikirim nanti ada dua jenis betina dan jantan. Insyallah kalau milih sperma jantan 99 persen nantinya lahir jantan,” kata ia.

Oleh karena belum adanya kepastian pengiriman, Nur Cahyo juga menjelaskan dana untuk pengiriman pun belum dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 Kabupaten Malang.

“Namun kalau sudah ada kejelasan dari importir nanti langsung kami anggarkan. Untuk berapa (anggarannya) masih belum menghitung,” tutup ia.

Sebagai informasi, jika Kabupaten Malang memiliki sperma impor tersebut dan berhasil mengawinkan dengan sapi lokal peningkatan susu perah akan meningkat.

Pasalnya, sapi perah hasil sperma sapi dari China itu mampu menghasilkan susu 35 sampai 40 liter per hari. Hal ini menaikan produksi sekitar 15 sampai 20 liter susu untuk sapi perah lokal yang mampu menghasilkan 20 liter per hari.

 

Exit mobile version