Kota Malang, blok-a.com – Pemkot Malang melalui Dishub Kota Malang berencana menerapkan pembayaran parkir dari cash ke non-tunai atau digital.
Salah satu titik yang menjadi percontohan itu ialah kawasan Kayutangan Heritage. Untuk itu, para Jukir diberitahu bahwa akan ada pembayaran parkir non-tunai di Kayutangan Heritage.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menjelaskan, pembayaran digital ini perlu dilakukan karena pendapatan parkir masih rendah.
Dia menjelaskan, pendapatan itu rendah karena pembayaran non tunai per hari palinh tinggi ialah Rp 80 ribu per hari.
“Pembayaran digital bisa menjadi tolak ukur. Mau tidak mau akan mengarah ke sana. Ini supaya pelanggan nyaman. Pemerintah daerah tidak mungkin akan merugikan masyarakay. Saya minta, kerjakanlah pekerjaanmu denganhari, jangan bekerja sesuka hati. Hati-hati dalam bekerja. Apapun jenis pekerjaan itu adalah kenikmatan,” kata Widjaja.
Widjaja menjelaskan, pembayaran non tunai ini juga diharapkan, mampu mendongkrak pendapatan dari sisi parkir.
Sebab hingga Mei 2024, Dishub Kota Malang menghimpun pendapatan Rp 3,8 miliar dari target Rp 17 miliar pada 2024.
Terpisah Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan, pembayaran parkir digital atau non tunai di Kayutangan Heritage bakal dilakukan pada pertengahan atau akhir 2024 ini.
Nantinya, juru parkir pasti akan dibayar jika menggunakan sistem pembayaran non tunai. Untuk itu, Dishub Kota Malang butuh anggaran untuk pembiayaan bayaran para juru parkir itu.
Dia juga menjelaskan, sosialisasi dibutuhkan sebelum penerapan sistem pembayaran non tunai itu. Kekinian sosialisasi gencar dilakukan Pemkot Malang.
“Kami coba rencana di Kayutangan saat PAK nanti. Kira-kira akan ada penolakan karena ini hal yang baru. Kadang mereka belum terbiasa. Kami akan tetap terapkan karena ini akan lebih baik. Yang parkir juga akan lebih aman,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu juru parkir, Puji mengaku belum siap dengan sistem pembayaran non-tunai ini. Sebab ia mengaku terbisa meneima uang langsung dari pelanggan
“Saya belum siap,” kata dia.
Sementara Imam seorang juru parkir mengaku menerima pembayaran digital itu.
Dia hanya berharap perubahan ini tidak mengurangi pendapatan yang dia terima.
“Saya bisa mengikuti aturan yang ditetap. Tapi jangan sampai membuat pendapatan turun,” tutupnya.(bob)









