KOTA MALANG – Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) bertransformasi dengan nama menjadi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang di penghujung tahun 2020. Hal ini tidak secara tiba-tiba berubah, namun sebelumnya pihak kampus telah melakukan proses panjang untuk melakukan perubahan nama.
Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian, M.Si mengatakan perubahan nama ini dikarenakan adanya aturan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Yakni setiap yayasan yang berada dibawah naungan PGRI wajib mencantumkan nama PGRI. Hal tersebut juga telah diatur di AD/ART pusat.
“Sebenarnya DNA-nya Unikama ya PGRI. Sebelum jadi Unikama nama kami adalah IKIP PGRI Malang. Karena aturan tersebut, mulai yayasan dari TK hingga Perguruan Tinggi wajib mencantumkan nama PGRI. Sehingga kami menambahkan PGRI di tengah-tengah nya, ” ujarnya, Kamis (17/12).
Ia juga mengatakan bahwa telah dilakukan kesepakatan akronim tetap dengan sebelumnya, yaitu Unikama.
“Sebab Unikama brand-nya sudah familiar. Jadi nanti singkatan yang Un dari Universitas, I nya dari PGRI, Ka dari Kanjuruhan, dan Ma nya Malang. Agar masyarakat juga tidak bingung kalau diganti akronimnya,” paparnya.
Sebelum memakai Unikama pun, sebenarnya Universitas yang diampunya itu pun juga sudah besar dengan nama IKIP PGRI Malang. Sehingga baginya, dengan kembali mencantumkan nama PGRI pun tetap menjadikan nama Unikama besar. Bahkan mungkin lebih besar lagi.
Bagi Pieter, nama yang baru ini memang penting. Tapi yang lebih penting lagi adalah orang-orang dibaliknya besarnya Unikama ini.
“Memang nama itu penting sebagai identitas. Tetapi nama apalah artinya jika merubah performa ya nama tak ada artinya. Sehingga Unikama akan tampil dengan wajah baru tetapi dengan visi yang sama. Yaitu Jadikan unikama unggul di 2025,” ungkapnya.










Balas
Lihat komentar