Kota Malang, blok-A.com – Sejumlah relawan membantu proses identifikasi korban tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang.
Para relawan itu membantu keluarga korban yang datang di RSSA Malang untuk mencari anak, orang tua, atau sanak saudaranya.
Caranya adalah melakukan cetak foto jenazah korban yang belum teridentifikasi. Salah satu relawan Laily Fitriyah Liza Min Nelly berujar sudah sejak pagi pukul 08.00 Minggu (2/10/2022) foto-foto itu digelar di sekitar kamar jenazah.
“Jadi teman-teman ini inisiatif mencetak foto korban. Saya cetak dan saya gelar. Karena begitu banyak jenazah yang belum teridentifikasi,” tuturnya ditemui di RSSA Malang.
Dalam proses membeber foto itu, banyak keluarga korban terbantu. Ada sekitar 50 foto korban yang belum teridentifikasi waktu itu. Hingga foto itu disebar sekitar 15 keluarga korban berhasil menemukan sanak saudaranya yang telah meninggal.
“Contohnya bapak ini kedua anaknya meninggal,” kata Nelly.

Bapak yang dimaksud Nelly itu pun tak kuasa menahan tangis. Dia kehilangan dua anaknya. Salah satunya berada di RSSA Malang dan satunya lagi berada di rumah sakit di Kepanjen Kabupaten Malang.
“Dengan foto ini juga mempermudahkan pihak RSSA untuk mendata supaya jenazaha cepat dimakamkan.
ini korban keseluruhan. Kita itu cuma tidak tahu ini jenazah yang di rumah sakit mana,” tuturnya.
Lantas bapak asal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang tersebut langsung ditenangkan oleh orang berseragam Satpol PP Kota Malang. Bupati Malang, HM Sanusi yang waktu itu datang ke RSSA Malang langsung menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
“Ini ada di RS Wava Husada, coba cek,” ujarnya.
Bapak itu pun langsung terlihat lemas. Dia pun memejamkan matanya tak kuasa untuk sadar.
Beberapa petugas langsung membopong bapak itu untuk dievakuasi ke tempat untuk beristirahat.
[21.48, 2/10/2022] Bimantara207: Kota Malang, blok-A.com – Sejumlah relawan membantu proses identifikasi korban tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang.
Para relawan itu membantu keluarga korban yang datang di RSSA Malang untuk mencari anak, orang tua, atau sanak saudaranya.
Caranya adalah melakukan cetak foto jenazah korban yang belum teridentifikasi. Salah satu relawan Laily Fitriyah Liza Min Nelly berujar sudah sejak pagi pukul 08.00 Minggu (2/10/2022) foto-foto itu digelar di sekitar kamar jenazah.
“Jadi teman-teman ini inisiatif mencetak foto korban. Saya cetak dan saya gelar. Karena begitu banyak jenazah yang belum teridentifikasi,” tuturnya ditemui di RSSA Malang.
Dalam proses membeber foto itu, banyak keluarga korban terbantu. Ada sekitar 50 foto korban yang belum teridentifikasi waktu itu. Hingga foto itu disebar sekitar 15 keluarga korban berhasil menemukan sanak saudaranya yang telah meninggal.
“Contohnya bapak ini kedua anaknya meninggal,” kata Nelly.
Bapak yang dimaksud Nelly itu pun tak kuasa menahan tangis. Dia kehilangan dua anaknya. Salah satunya berada di RSSA Malang dan satunya lagi berada di rumah sakit di Kepanjen Kabupaten Malang.
“Dengan foto ini juga mempermudahkan pihak RSSA untuk mendata supaya jenazaha cepat dimakamkan.
ini korban keseluruhan. Kita itu cuma tidak tahu ini jenazah yang di rumah sakit mana,” tuturnya.
Lantas bapak asal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang tersebut langsung ditenangkan oleh orang berseragam Satpol PP Kota Malang. Bupati Malang, HM Sanusi yang waktu itu datang ke RSSA Malang langsung menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
“Ini ada di RS Wava Husada, coba cek,” ujarnya.
Bapak itu pun langsung terlihat lemas. Dia pun memejamkan matanya tak kuasa untuk sadar.
Beberapa petugas langsung membopong bapak itu untuk dievakuasi ke tempat untuk beristirahat.
Di RSSA Malang sendiri sebelumnya diberitakan, terdapat delapan korban tragedi Kanjuruan dirawat dengan luka berat dan empat luka ringan. Sementara untuk korban jiwa terdapat puluhan yang dikirim ke RSSA Malang dan beberapa sudah dipulangkan.
Untuk total korban jiwa sendiri saat ini adalah 131 versi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa per pukul 16.00 Minggu (2/10/2022). Sementara data berbeda disampaikan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit. Kapolri mengungkap data terbaru ada 125 korban jiwa atas tragedi Kanjuruhan.
(bob)




