Kota Malang, blok-a.com – Pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 di Stadion Gajayana, Kota Malang, diperkirakan akan dipadati ribuan kontingen dan tamu undangan. Untuk mengantisipasi kemacetan dan kepadatan lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan parkir khusus, bekerja sama dengan Polresta Malang Kota dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan sejumlah ruas jalan di sekitar Stadion Gajayana akan mengalami penyesuaian arus lalu lintas. Titik-titik rawan kemacetan meliputi Jalan Semeru, Jalan Bromo, Jalan Kawi, Jalan Ijen, serta kawasan Basuki Rahmat, Retawu, dan Jalan Wilis.
“Sudah kami identifikasi titik-titik rawan. Dampaknya memang akan terasa, tapi kami sudah punya pengalaman, semoga bisa teratasi,” ujar Widjaja, Jumat (20/6/2025).
Widjaja menambahkan, akan menerapkan sistem buka-tutup, terutama di Jalan Semeru arah Ijen, dengan prioritas kelancaran bagi kendaraan kontingen.
“Kalau dari arah Ijen ke Semeru, sangat mungkin kami terapkan sistem buka-tutup. Fokus kami utamakan kelancaran kontingen terlebih dulu,” tambahnya.
Untuk parkir kendaraan besar seperti bus kontingen, kata Widjaja, telah menyiapkan alternatif di Jalan Retawu, Jalan Wilis, serta kemungkinan pemanfaatan Lapangan Rampal, dengan berkoordinasi bersama Korem 083/Bdj.
Selama Porprov Jatim berlangsung, rekayasa lalu lintas juga akan menyesuaikan kebutuhan venue pertandingan. Untuk cabang olahraga seperti basket yang digelar di GOR Bima Sakti, Dishub menyiapkan kantong parkir tambahan, termasuk area di sekitar TPU Sukun.
“Jalan Tenes dan Tangkuban Perahu akan kami bebaskan untuk parkir, diprioritaskan bagi peserta dan tamu kontingen,” jelasnya.
Ia juga akan menempatkan personel di titik-titik rawan seperti Jembatan Muharto dan akses menuju GOR Ken Arok guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Dengan estimasi kehadiran lebih dari 19.000 atlet dan ofisial, Pria murah senyum ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi demi kelancaran acara.
“Intinya, kami maksimalkan sumber daya yang ada, dengan fokus pada kenyamanan dan keamanan para peserta dan tamu,” pungkas Widjaja. (yog/bob)




