KOTA BATU – Sesuai namanya, giant ant-eater adalah satwa pemakan semut. Koleksi unik milik Batu Secret Zoo ini ‘doyan’ memakan semut karena bentuk mulutnya yang memang cocok untuk memakan semut.
Jika Anda pernah melihat trenggiling, satwa yang bentuk badannya seperti perisai dan dapat melingkar menjadi bola ketika sedang merasa terancam, tentunya sangat berbeda dengan postur yang dimiliki oleh giant ant-eater.
Namun, sesuai namanya giant ant-eater adalah salah satu dari 4 spesies hewan pemakan semut yang tergabung dalam subordo Vermilingua.
Keempat satwa dalam subordo tersebut adalah tamandua Utara (Tamandua mexicana), tamandua Selatan (Tamandua tetradactyla), anteater kerdil alias trenggiling (Cyclopes didactylus), dan giant anteater sendiri.
Alasan mengapa giant ant-eater suka memakan semut adalah karena struktur fisiknya yang dilengkapi dengan ciri fisik khusus. Ciri pertama adalah moncongnya yang langsing dan lentur dengan struktur lidah yang panjang dan tipis. Panjang lidah mereka bisa mencapai 60 cm saat dewasa.
Lidah giant ant-eater juga lengket, membuatnya bisa menangkap semut langsung dari sarangnya dengan mudah. Dalam sehari, giant anteater bisa makan hingga 35 ribu ekor semut!
Saat dimakan, biasanya semut akan balik menggigit giant ant-eater, meski hal tersebut tidak masalah karena mereka memiliki kulit yang tebal dan rambut yang lebat.
Meski namanya adalah anteater, satwa unik ini sebenarnya juga makan serangga lain lho, misalnya rayap.
Untuk menggali sarang rayap, semut atau serangga lainnya, giant anteater juga dilengkapi dengan cakar sepanjang 10 cm yang kuat di kaki depannya. Penglihatan mereka buruk, tapi mereka memiliki penciuman yang sangat baik untuk menemukan sarang serangga makanannya.
Anda dapat menemukan exhibit giant ant-eater tepat setelah spot berfoto-foto dengan binturong. Di sana, Anda bisa melihat beragam penjelasan unik tentang giant ant-eater, pola hidupnya, kebiasaannya, dan masih banyak lagi.
Pengunjung juga bisa melihat satwa unik lainnya di Batu Secret Zoo. Taman konservasi satwa terlengkap di Indonesia ini merawat lebih dari 300 spesies satwa dengan ribuan ekor jumlahnya di penangkaran lho!




