Puskesmas Arjowinangun Sebar 390 Kader Kesehatan Dampingi Tumbuh Kembang Bayi

Pendampingan Bayi
Para kader melakukan pendampingan pada ibu dan anak - Foto: ist

MALANG – Untuk terus memantau tumbuh kembang bayi Puskesmas Arjowinangun punya total 390 kader kesehatan. Kader kesehatan ini berperan penting memantau tumbuh kembang bayi dan kesehatan bayi selama pandemi covid-19.

Di tiap RT yang masuk wilayah kerja Puskesmas Arjowinangun, tersebar tiap 5 – 6 kader kesehatan. “Paling ada 5 – 6 kader per RT, kalau ke 5 rumah saja kan nggak terlalu berat,” ujar Mahmud Afandi, Nutrisionist Puskesmas Arjowinangun Kota Malang.

Kader kesehatan ini punya tugas melaporkan berat badan dan tinggi badan bayi ataupun balita. Juga membagikan vitamin A secara door-to-door. Tujuannya agar tumbuh kembang bayi terpantau dan terhindar dari stunting.

“Kalau kita (petugas) kesana sendiri kan nggak mungkin, jumlahnya banyak. Jadi kita memberdayakan masyarakat,” tambah Mahmud.

Kader bertugas mendampingi bayi baru lahir di daerah yang mereka ampu. Termasuk ibu hamil, itu tugas kader juga untuk melakukan pendampingan.

Pendampingan yang dilakukan kepada ibu hamil dan ibu bayi diantaranya mengontrol asupannya. Termasuk mengedukasi para ibu agar teredukasi terkait gizi anak. pemberian ilmu tentang pentingnya imunisasi pun tak lewat.

Disisi bayi, petugas selalu memantau keadaay bayi agar berat badannya tidak dibawah garis merah. Para kader mendata mana saja bayi yang perlu perhatian ekstra dalam pemberian makanan tambahan.

“Itu rutin kader kesehatan kita melakukan kunjungan-kunjungan ke rumah-rumah. Harapan kita ya bayi di lingkungan kita sehat-sehat dan terbebas dari stunting,” tutupnya.

Exit mobile version