KOTA MALANG – Pembangunan jembatan layang atau flyover Kedungkandang dikebut. Saat ini progres pembangunanya sudah 68 persen. Desember nanti atau ketika malam Tahun Baru 2020 diprediksi sudah bisa dilewati masyarakat Kota Malang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, Hadi Santoso proses pengerjaan kini sampai pada tahap pemasangan beberapa gelagar (girder). Girder sendiri merupakan balok beton atau baja yang berfungsi sebagai penyambung antara tiang penyangga jembatan.
“Tapi ada beberapa yang belum. Terutama yang di tengah jembatan itu belum. Kalau yang di awal jembatan dan di akhir jembatan girder sudah terpasang. Kalau sudah terpasang semua tinggal ngecor saja,” kata ia ke Blok-A.
Sony sapaan akrabnya menjelaskan, proyek senilai Rp 51 miliar lebih itu akan melalui tahap finisihing yang detail. “Seperti pemasangan pembatas terus pemasangan lampu-lampu dan ngecat median tengah jalan. Lalu sudah layak pakai sebelum tahun baru selesai,” tutur ia.
Sony merinci, pembangunan flyover itu memiliki panjang ruas jalan 330 meter dan lebar 14 meter. “Jadi nanti digunakan dua arah flyover ini, 7 meter ke arah utara dan 7 meter ke arah selatan,” kata ia
Hadi juga menambahkan konstruksi bangunan ini menggunakan konstruksi bangunan kelas 1. “Jadi kemampuannya mampu menampung berat hingga 50 ton kendaraan,” tutupnya.
Sebagai informasi, selama pembangunan jembatan layang ini akses jalan Jembatan Kedungkandang ditutup. Adapun rekayasa lalu lintas yang sudah dijalankan sejak bulan Juni lalu.




