KOTA MALANG – Partai Demokrat mulai goncang. Setidanya 6 kader dan mantan kader Partai Demokrat diduga akan mengkudeta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhono (AHY).
Santer terdengar salah satu orang yang akan mengkudeta adalah Moeldoko selaku Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Tujuan dari kudeta tersebut diduga Moeldoko ingin menggunakan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik di Pemilihan Presiden 2024.
Kader Partai Demokrat sekaligus Wali Kota Malang, Sutiaji enggan berkomentar perihal proses pengkudetaan tersebut. Namun, Sutiaji hanya menyayangkan adanya kabar pengkudetaan itu. Karena menurut pria berkacamata itu, pihak yang dituding mengkudeta itu tidak punya etika.
“Terlepas dari kebenaran informasi itu, kita ini hidup di negara yang bertuhan. Kita semua hidup diawasi Tuhan. Kalau sudah begitu harus punya etika. harusnya elite politik itu mencontohkan etika bernegara dan etika politik. Gak boleh yang kuat nyaplok yang lemah,” kata ia.
Sutiaji pun menyarankan, seharusnya pihak yang ingin mengkudeta AHY dari pucuk pimpinan Partai Demokrat itu tidak mengurusi urusan internal Partai Demokrat.
“Benar atau tidak informasi itu kalau sudah hukum rimba yang kuat nyaplok yang lemah itu sudah kekuar dari etika,” kata Sutiaji.
AHY pun sudah melayangkan surat ke Presiden Jokowi agar menindaklanjuti kabar pengkudetaan partai yang berkuasa selama 10 tahun, yakni 2004 hingga 2014 itu.




