Kota Malang, blok-a.com – Selama bulan Ramadan 2025, jumlah pendonor darah di Kota Malang mengalami penurunan. Untuk mengatasi hal ini, PMI Kota Malang memberikan insentif berupa 5 kilogram beras bagi setiap pendonor.
Ketua PMI Kota Malang, Imam Buchori, menjelaskan bahwa pihaknya melayani sekitar 66 rumah sakit di Malang Raya, dengan kebutuhan darah mencapai 100 hingga 200 kantong per hari.
“Satu hari kurang lebih 100 sampai 200 kantong. Itu ke seluruh rumah sakit di Malang Raya,” ujar Imam, Jumat (7/3/2025).
Menurutnya, penurunan jumlah pendonor selama Ramadan memang dipengaruhi oleh faktor puasa. Namun, PMI tetap berupaya menjaga stok darah agar tetap mencukupi.
“Kalau bulan Ramadan karena turun (pendonor darahnya, red), sehingga kami memberikan beras lima kilogram kepada setiap pendonor,” jelasnya.
Saat ini, PMI Kota Malang telah memiliki lisensi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM. Di Indonesia, hanya 19 Unit Donor Darah (UDD) yang telah mendapatkan lisensi ini, termasuk empat di Jawa Timur, yakni Surabaya, Sidoarjo, Lumajang, dan Kota Malang.
“Jadi kalau sudah dapat sertifikasi itu, kualitas darah dipastikan baik,” kata Imam.
Selain itu, PMI Kota Malang juga telah mengadakan alat Refrigerated Centrifuge seharga Rp 197 juta. Alat ini berfungsi untuk memisahkan komponen darah, seperti trombosit, plasma, dan darah murni sebelum didistribusikan ke rumah sakit.
Saat ini, jumlah kantong darah yang masuk ke PMI Kota Malang hingga Kamis (6/3/2025) tercatat sebanyak 1.775 kantong. Rinciannya, golongan darah A sebanyak 437 kantong, B sebanyak 450 kantong, O sebanyak 779 kantong, dan AB sebanyak 109 kantong. (yog/bob)









