Plengsengan Proyek Jembatan Kedungkandang Ambrol, DPRD Minta Perbaikan Dikebut

Plengsengan Jembatan Kedungkandang Ambrol
Plengsengan Jembatan Kedungkandang Ambrol - Foto: Pungky Ansiska

KOTA MALANG – Anggota DPRD Kota Malang lakukan sidak di lokasi plengsengan ambrol yang berada di proyek Jembatan Kedungkandang, Selasa (24/11). Anggota dewan yang tergabung dalam Komisi C tersebut menyoroti ambrolnya area sisi timur dari jembatan bukan disebabkan karena kelalaian pekerja proyek.

“Kalau dilihat dari paparan waktu DED (Detail Enginering Detail) semuanya sudah sesuai. Namun ini kan diluar kontrol, diluar kekuatan kita, petugas proyek juga tidak tahu kalau diwilayah sini menjadi langganan ambrol. Setelah kejadian baru dikasih tahu warga,” jelas Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin.

Lanjut Fathol, pihak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang juga telah diminta untuk tetap sesegera mungkin memperbaikinya plengsengan yang ambrol agar tidak semakin meluas. Terlebih saat ini sudah mulai sering hujan.

Selain itu pola pembangunan plengsengan juga akan dirubah dari sebelumnya dengan bahan dasar batu diganti beton.

“Terlepas apapun, dari pihak pelaksana atas pengarahan dari DPUPRPKP akan secepatnya merubah pola, yang sekarang pakai sistem yang begini ini, nanti akan diganti dengan dinding ber beton. Dan kekuatannya InsyaAllah sudah sekian kali lipat dari yang ada kemarin itu. Mudah-mudahan kejadian ini tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Politisi PKB ini juga meminta agar DPUPRPKP melakukan pengerukan di area yang rawan longsor agar lebih padat. Sehingga air tidak mudah meresap dan merusak struktur dari plengsengan tersebut.

Dalam perbaikan itu, pihaknya juga mengharapkan bisa dilakukan lebih cepat dari jatah pengerjaan yang semula 28 hari, dan bisa terselesaikan dalam satu minggu saja.

“Kami berharap pengerjaan beton nanti itu diiringi dengan percepatan pengerasan terhadap pemasangan dinding beton itu. Sehingga kalau biasanya bangun seperti ini membutuhkan waktu 28 hari. Ini diupayakan dalam waktu satu minggu bisa segera mengeras dan selesai sehingga kektuan dinding lebih maksimal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso, mengungkapkan, kejadian ambrolnya plengsengan di area tersebut dipastikan tidak mengganggu target terselesaikan proyek bangunan jembatan Kedungkandang pada 20 Desember 2020 mendatang.

“Tidak ada pengunduran target proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang. Yang jelas tanggal 20 Desember itu 100 persen selesai. Tanggal 23 Desember akan diresmikan Wali Kota Malang,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Sony itu menambahkan, memang kawasan samping tersebut direncanakan sebagai area jalan untuk mempermudah akses menuju Jl Muharto, termasuk akses keluar masuknya warga sekitar di area sepanjang bawah Jembatan Kedungkandang.

Sedangkan untuk perbaikan penggantian plengsengan dengan bahan dasar beton tersebut disinyalir akan membuat bangunan lebih kuat.

“Apapun kami akan perbaiki secara teknis. Tidak ada lagi pasangan batu nanti di situ. Untuk yang ambrol diganti dengan beton. Sekitar 28 meter dengan ketinggian 12 meter yang akan kami beton. Ini kan bukan dinding penahan, plengsengan. Cuma kan saya nambahi jalan samping ini untuk u-turn (alur putar balik) bisa ke Muharto apabila ada crowded di simpang 3 itu,” jelasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com