Kota Malang, blok-a.com – Plang barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk bayar parkir di kawasan Pasar Oro-oro Dowo mengalami kerusakan. Informasi itu terungkap setelah netizen mengunggah kondisi barcode yang rusak di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan pihaknya segera melakukan evaluasi terhadap penerapan sistem pembayaran parkir non-tunai tersebut. Terlebih, kejadian serupa bukan pertama kalinya terjadi di Kota Malang.
“Maka ini kami evaluasi bersama-sama dengan teman-teman tim. Sangat mungkin akan kita lakukan skema yang lain,” ujar Widjaja, Selasa (22/7/2025).
Widjaja menyebut salah satu skema alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah mengalihkan pemasangan plang barcode QRIS dari lokasi fisik di jalan menjadi langsung pada petugas parkir.
“Misalnya tidak lagi kita pasang di jalan. Tapi kami tempelkan pada petugas (QRIS-nya),” tambahnya.
Pria yang akrab disapa Jaya itu menyayangkan kerusakan plang barcode QRIS kembali terjadi di Kota Malang. Padahal, menurutnya sistem ini membawa banyak manfaat bagi pengunjung dan masyarakat yang sudah terbiasa bertransaksi secara digital.
“Saya sampaikan berulang-ulang bahwa parkir, transportasi itu adalah terkait dengan perilaku. Perilaku identik dengan adab ya. Ini perlu terus-menerus. Perilaku ini kita butuhkan waktu,” ungkapnya.
Ketika disinggung apakah kerusakan barcode tersebut merupakan bentuk vandalisme atau tidak, Jaya enggan berspekulasi. Namun ia mengakui, dibutuhkan waktu dan kerja sama untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap sistem pembayaran non-tunai.
“Di antaranya yang dalam hal ini adalah katakan perusakan ya. Kita belum tahu persis merusak atau disengaja maupun tidak sengaja,” ujarnya.
Jaya berharap masyarakat turut berperan menjaga fasilitas publik tersebut. Ia mengajak warga untuk menggunakan pembayaran QRIS serta segera melapor jika menemukan kerusakan serupa.
“Kami butuh partisipasi masyarakat. Satu, gunakan pembayaran secara QRIS tersebut. Kedua, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusakan itu, laporkan kepada kami pada Dishub, dan kami tindak lanjuti sebagaimana ketentuan juga,” terangnya.
Untuk sementara waktu, sistem pembayaran parkir di Pasar Oro-oro Dowo akan kembali menggunakan metode manual dengan pembayaran tunai melalui juru parkir.
“Seperti biasa lagi, kita tetap bayar manual terlebih dahulu, kepada juru parkir, kemudian nanti tetap pembayaran kepada pemerintah daerah menggunakan virtual account,” tutupnya. (yog/bob)









