Peringati Ulang Tahun, RM BTS Donasi Rp 1,2 M untuk Galeri Seni Korea

RM BTS
RM BTS - Foto: Soompi

BLOK-A – Personel boygroup Bangtan Boys alias BTS, Kim Nam-joon atau lebih dikenal RM, dikabarkan mendonasikan uang sebesar 100 juta won atau setara Rp 1,26 miliar kepada yayasan seni National Museum of Modern and Contemporary (MMCA) untuk merayakan ulang tahunnya pada pekan lalu.

Kabar tersebut dibenarkan oleh MMCA pada Senin (14/9). MMCA menyebutkan donasi tersebut akan digunakan untuk mendistribusikan 4.000 katalog dari master seni kontemporer Korea Selatan terkenal, seperti Kim Whan-ki, Lee Jung-seob, dan Yoo Young-kuk ke 400 perpustakaan umum dan sekolah di Korea Selatan.

Dituturkan oleh perwakilan yayasan seni itu, RM berharap bisa membantu mendorong budaya membaca buku seni dan menumbuhkan kepekaan artistik di kalangan anak-anak muda.

“RM telah menyatakan keinginannya mendukung komunitas seni yang sering menjadi inspirasi dan memberikannya kenyamanan secara spiritual,” kata Kepala MMCA Youn Bum-mo seperti dilansir dari Soompi, Senin (14/9).

“Kami senang sekaligus terkejut setelah RM berharap para siswa muda yang selama ini sulit mengakses galeri seni bisa lebih mudah memahaminya melalui buku,” ungkap Bum-mo.

RM memang dikenal sebagai idol yang memiliki ketertarikan bahkan terlibat dengan komunitas seni. Ia diketahui rutin mengunjungi museum dan galeri seni bahkan di sela-sela jadwal tur dunianya selama ini. Ia juga kerap membagikan unggahan soal kunjungannya tersebut ke media sosial.

Dia juga sempat mengunjungi pameran seni digital Starry Beach di Kukje Gallery, Seoul, pada hari ulang tahunnya, Sabtu (12/9). Kunjungan tersebut diabadikan dalam gambar yang kemudian diunggah ke media sosial.

Dalam dua pekan, BTS menjadi grup asal Korea Selatan pertama yang berhasil menempati posisi pertama tangga lagu Hot 100 Billboard lewat lagu Dynamite.

Capaian tersebut merupakan sejarah baru bagi BTS. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan rekor BTS tersebut merupakan prestasi luar biasa yang bisa menghibur banyak orang di tengah pandemi.

Exit mobile version