Perbaikan Trotoar di Kota Malang Bukan Prioritas di Tahun 2025, Ini Alasannya

Daripada Dibuat Dagang Bakso, Dewan Usulkan Trotoar di Kota Malang Dibuat Taman Saja

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) memastikan perbaikan trotoar tetap menjadi perhatian, meskipun bukan prioritas utama dalam anggaran tahun 2025.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto menyampaikan bahwa perbaikan trotoar akan difokuskan pada jalur yang benar-benar dimanfaatkan oleh pejalan kaki. Namun ia tidak menyebut secara spesifik trotoar jalan mana yang diperbaiki.

“Jumlah pemakai trotoar tidak begitu banyak, sehingga kita prioritaskan pada yang banyak-banyak dulu,” ujar Dandung, Rabu (9/7/2025).

Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang lebih memilih kendaraan bermotor untuk jarak dekat turut mempengaruhi skala prioritas. “Kalau kita lihat sekarang beda dengan dulu. Jarak dekat saja masyarakat lebih banyak menggunakan sepeda motor,” katanya.

Trotoar yang kerap disalahgunakan, seperti untuk berdagang atau parkir liar, tidak akan menjadi prioritas perbaikan. Meski demikian, jalur difabel tetap masuk dalam agenda penataan, dengan mempertimbangkan keberadaan pohon tua sebagai bagian dari konservasi lingkungan.

“Kami tidak serta merta menebang pohon. Konservasi lingkungan tetap kami perhatikan. Tapi jalur difabel tetap akan kami fasilitasi, karena itu sudah jadi amanat peraturan perundang-undangan maupun Perda,” tegas Dandung.

Ia juga menyoroti tantangan infrastruktur lain seperti kerusakan jalan dan ambrolnya drainase akibat cuaca ekstrem dan kendaraan berat. “Beberapa kali drainase ambrol karena dipakai parkir kendaraan besar seperti tronton. Ini yang kita sayangkan,” ucapnya.

Untuk penanganan banjir, Dandung menyebut proyek saluran air di kawasan Soekarno-Hatta telah memasuki tahap pelaksanaan. “PCM (Pre Construction Meeting) sudah dilakukan. Mudah-mudahan minggu ini atau bulan ini pelaksanaannya bisa dimulai,” imbuhnya.

Dandung menekankan bahwa seluruh program pembangunan memiliki urgensi masing-masing. “Tidak boleh egois. Semuanya penting. Yang jelas, kami memaksimalkan anggaran yang di-plot untuk DPUPRPKP,” pungkasnya. (yog/bob)

Exit mobile version