Kabupaten Malang, blok-a.com – Jelang Lebaran Idul Adha 2024 penjualan hewan kurban di Kabupaten Malang masih lesuh. Harganya pun cenderung anjlok dibandingkan tahun kemarin.
Hal tersebut dirasakan oleh penjual hewan kurban di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Nur Yanto.
Ia mengaku penjualan hewan kurban miliknya di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan melebihi waktu wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kala itu.
“Kalau sekarang (penjualannya) gak kayak dulu, agak kendor. Menurunnya lumayan, hampir setengah,” ujar Nur Yanto saat ditemui Blok-a.com di lapaknya, Jumat (7/6/2024).
Menurutnya, menurunnya minat beli masyarakat dikarenakan bersamaan dengan kebutuhan pendaftaran sekolah di ajaran baru. Sehingga kebutuhan non primer seperti hewan kurban dikesampingkan.
“Menurun kemungkinan besar barengan sama anak pendaftaran sekolah, itu sangat berpengaruh menurut saya,” jelasnya.
Minimnya permintaan, sambung pria yang juga sebagai peternak kambing, juga berpengaruh terhadap harga hewan kurban. Bahkan harganya menurun hampir 20 persen dari tahun sebelumnya.
“Harganya ikut anjlok dibandingkan tahun lalu. Yang tahun lalu jual Rp3,5 juta sekarang bisa turun sampai Rp3 juta bisa kurang, yang dulu Rp8,5 juta sekarang Rp7 juta sudah sulit terjual,” ujarnya.
Pria dua anak yang sudah bergelut di dunia peternakan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ini mengaku menjual sejumlah jenis kambing. Diantaranya, jenis domba, sumbowo, PE, turunan PE serta kambing kacang.
“Yang paling banyak diminati masih jenis doma harganya minimal Rp1,5 juta sudah bisa dibuat korban. Tapi badannya kecil dibandingkan jenis lainnya,” pungkas Nur sapaan akrabnya. (ptu)









