KOTA BATU – Dalam tiga bulan ke depan, pemetaan potensi desa wisata di Kota Batu diharapkan selesai. Hal ini dijadikan dasar untuk merealisasikan progam desa wisata di 24 desa/kelurahan yang ada di Kota Batu.
Bahkan para kepada Desa dan Lurah se Kota Batu harus segara melakukan observasi dilokasi mana saja yang berpotensi menjadi desa wisata. Agar dapat segera dilaporkan ke Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu.
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa dan Kelurahan (Apel) Kota Batu Wiweko mengatakan saat ini semua kepala desa dan lurah telah sepakat dalam tiga bulan ke depan akan melakukan pendataan potensi desa wisata. Sehingga dari data tersebut akan segera diolah untuk membuat desa wisata.
“Kami menyepakati waktu tiga bulan untuk pendataan. Secepat mungkin agar segera selesai dan dapat dijadikan acuan membuat desa wisata,” kata Wiweko, Kamis (11/3).
Wiweko menambahkan dari data akan diserahkan dinas terkait akan. Tujuannya agar lebih mudah melakukan pendampingan untuk desa wisata.
“Datanya nanti juga kami serahkan ke Pemkot Batu melalui Disparta. Nanti kan kalau sudah ada datanya bakalan lebih mudah melakukan pendampingan. Yang jelas kami cari yang benar-benar berpotensi menjadi desa wisata,” jelas pria yang juga menjadi kepala desa Oro-Oro Ombo ini.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyiapkan paket wisata yang disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing desa.
“Paket wisata ini nggak bisa disamakan antara desa. Karena sesuai kearifan lokal masing-masing, kan masing-masing desa ini memiliki kearifan lokal sendiri-sendiri,” tegas dia.
Hanya saja, lanjutnya, konsep utama dalam mengambangkan desa wisata ini berbasis sinergi dan gotong-royong. Artinya, antar desa dan kelurahan saling bersinergi.
“Tidak ada persaingan antar desa dan kelurahan. Kami ingin maju bareng,” ungkap dia.




