KOTA BATU – Pendakian Gunung Arjuno via Sumber Brantas Kota Batu resmi kembali dibuka sejak 5 September 2020. Selama pembukaan, animo pendaki yang melakukan pendakian cukup banyak. Meskipun begitu, pihak UPT Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo tetap melakukan pembatasan pendakian.
Pembukaan Gunung Arjuno ini juga diiringi dengan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 secara ketat. Bahkan, dari beberapa jalur, UPT Tahura R Soerjo hanya membuka dua jalur.
“Jalur pendakian yang dibuka hanya dari Lawang Kabupatan Malang dan via Sumberbrantas Kota Batu,” jelas Kepala UPT Tahura R Soerjo, Ahmad Wahyudi, Jumat ( 11/9).
Sementara jalur pendakian lainnya seperti dari Purwosari dan Prigen Kabupaten Pasuruan masih ditutup lantaran belum mendapatkan rekomendasi dari pemerintah setempat.
Lebih lanjut, pihaknya juga memberlakukan aturan secara ketat untuk pendaki. Di mana setiap tenda hanya boleh diisi satu pendaki. “Kecuali kalau pendaki itu berasal dari alamat yang sama atau tinggal serumah kami perbolehkan untuk satu tenda ditempati mereka,” imbuhnya.
Pihaknya juga hanya memperbolehkan para pendaki melakukan pendakian maksimal dua malam. Setiap pendaki yang akan naik juga harus menyertakan surat keterangan sehat saat di loket.
“Nanti di loket kami cek mereka harus bawa surat keterangan sehat. Kalau rombongan lebih dari 10 orang wajib menyertakan surat keterangan rapid test Covid-19,” tegasnya.
Selama era new normal ini, pengelola juga membatasi jumlah kuota pendaki menjadi 500 orang. Angka tersebut sebesar 25 persen dari total kapasitas pendakian Gunung Arjuno.
Sedangkan untuk antusias para pendaki, menurut Wahyudi cukup tinggi. Terlihat sejak sehari setelah pembukaan, sebanyak 115 orang mendaki gunung dengan ketinggian 3.339 mdpl tersebut.
“Meskipun persyaratan untuk mendaki ke gunung Arjuno cukup berat namun animo pendaki tidak surut. Bahkan ketika weekend bisa naik hingga kami tutup loketnya karena telah mencapai kapasitas kunjungan,” tutupnya.




