Pemkot Malang Bagikan 3.513 Paket Seragam Gratis untuk Siswa Keluarga Prasejahtera

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyerahkan secara simbolis paket seragam sekolah gratis kepada siswa. (blok-a.com / M Berril Labiq)
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyerahkan secara simbolis paket seragam sekolah gratis kepada siswa. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membagikan 3.513 paket seragam sekolah gratis kepada siswa baru SD dan SMP dari keluarga prasejahtera pada tahun ajaran 2026/2027. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi penerima yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 sebagai bagian dari penyesuaian anggaran akibat kebijakan efisiensi.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, skema pemberian bantuan tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya seragam gratis diberikan kepada seluruh siswa baru SD dan SMP, kini bantuan difokuskan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.

“Tahun ini memang berbeda dengan yang kemarin. Karena efisiensi, kami memprioritaskan mereka yang masuk keluarga prasejahtera atau kelompok desil 1 sampai desil 4 agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” katanya usai menghadiri pengukuhan Dewan Pendidikan Kota Malang, Kamis (23/7/2026).

Bantuan tersebut terdiri atas 2.013 paket untuk siswa baru kelas 1 SD, baik negeri maupun swasta, dan 1.500 paket untuk siswa kelas 7 SMP. Setiap penerima memperoleh dua jenis seragam, yakni seragam merah putih dan seragam pramuka untuk SD, serta seragam biru putih dan pramuka untuk SMP lengkap dengan atribut seperti topi.

Wahyu mengakui jumlah penerima bantuan tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, menurutnya langkah tersebut diambil agar anggaran yang tersedia dapat difokuskan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

“Kalau dulu seluruh siswa baru SD dan SMP mendapat bantuan. Sekarang kami pilah sesuai kelompok desil, baik untuk sekolah negeri maupun swasta,” katanya.

Kebijakan tersebut juga turut berdampak pada alokasi anggaran. Jika tahun lalu Pemkot Malang menganggarkan sekitar Rp6 miliar untuk program seragam gratis, tahun ini anggarannya disesuaikan menjadi sekitar Rp1,5 miliar.

Meski demikian, Wahyu menegaskan program seragam gratis tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah. Menurutnya, penyesuaian anggaran dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang membutuhkan.

“Namanya efisiensi, prioritas tetap ada. Hanya kami kurangi agar tepat sasaran, sehingga yang menerima benar-benar mereka yang masuk desil 1 sampai desil 4,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana menjelaskan, mekanisme penerima dilakukan melalui pendataan yang melibatkan sekolah dan Dinas Sosial (Dinsos).

Wali murid yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 diminta mengajukan permohonan dengan mengisi formulir. Data tersebut kemudian diverifikasi bersama Dinas Sosial sebelum bantuan seragam disalurkan ke masing-masing sekolah.

“Wali murid kami kumpulkan. Yang merasa masuk desil 1 sampai desil 4 mengisi formulir, kemudian kami cek dan konfirmasi bersama teman-teman di Dinas Sosial,” katanya.

Ia mengatakan proses pendataan membuat penyaluran bantuan tidak dapat dilakukan tepat pada awal tahun ajaran baru. Karena itu, Disdikbud Kota Malang meminta seluruh sekolah tidak mewajibkan siswa langsung mengenakan seragam baru.

“Saya sudah memberi kebijakan kepada sekolah negeri maupun swasta, kapan pun anak memakai seragam baru tidak akan ditegur. Tidak ada batas waktunya,” tutupnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis sekaligus videographer Blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu pemerintahan, paeristiwa, kriminal dan pendidikan di Malang Raya.