Kota Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang merespon video yang menyebar di media sosial. Terkait dengan sulitnya menyeberang di kawasan Heritage Kayutangan, Kota Malang.
Melihat video dari laporan masyarakat di media sosial. Dijelaskan dalam video tersebut, salah satu pejalan kaki mengalami kesulitan untuk menyeberang. Ini disebabkan pengendara motor dan mobil di kawasan Heritage Kayutangan berkendara dengan kecepatan tinggi.
Video itu sendiri diunggah oleh akun Instagram @malangraya_info pada hari Senin, 19 Agustus 2024, berdasarkan laporan dari Kontributor Malang Raya Media.
Lihat postingan ini di Instagram
Menanggapi video tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah melaporkan video tersebut.
Hal ini bisa diartikan bahwa masyarakat sudah mengerti dan paham terhadap cara-cara ketidaknyamanan ketika berkendara.
“Saya sangat berterima kasih sekali dengan teman-teman media. Termasuk kepada masyarakat yang sudah mengupload di medsos,” ucap Jaya, sapaan akrabnya.
Jaya beranggapan bahwa setiap pengendara sudah pasti memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Dengan memiliki SIM ini, ia berharap pengendara bisa mempraktikkan tata cara berkendara yang baik.
“Tata cara berkendara yang baik itulah dapat dituangkan pada saat di tempat-tempat tertentu yang sudah ada sinyal-sinyalnya itu tadi,” lanjutnya.
Jaya menerangkan, fungsi dari pelican crossing, yakni memberi informasi kepada pengendara untuk mengurangi kecepatannya melalui sinyal dan suara. Berbeda dengan zebra cross yang tidak dilengkapi dengan sinyal untuk menginformasikan kepada pengendara.
“Pelican crossing itu adalah sesuatu yang berbeda dengan zebra cross. Kalau pelican crossing ini ada sinyal yang lainnya, yaitu berupa suara dan lampu,” terangnya.
Bahkan, ia sendiri yang hampir tertabrak pengendara yang tidak sabaran. Menurutnya, kesadaran pengendara perlu ditingkatkan dengan sosialisasi-sosialisasi melalui media.
“Nah, kenyataannya tidak seperti demikian. Terkadang berhenti tepat pada zebra cross-nya, bahkan tidak berhenti sama sekali. Ini perlu secara masif terus-menerus dilakukan sosialisasinya,” terangnya.
Dishub bekerjasama dengan Polresta Malang membantu untuk menciptakan dan mewujudkan berlalu lintas yang mengutamakan keamanan, kenyamanan dan berkeselamatan. Dengan harapan tingkat kesadaraan masyarakat akan lebih tinggi ketika melewati tempat yang sudah terpasang pelican crossing ini. Dan utamanya bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan.
“Kami di Dishub bekerjasama dengan Polresta untuk menciptakan, mewujudkan berlalu lintas yang aman, nyaman dan berkeselamatan. Maka ini harus ada kerjasama dengan seluruh pihak, terutama dari para pengendara,” pungkasnya.









