KABUPATEN MALANG – Pasien positif Covid-19 atau suspek Covid-19 yang sedang isolasi mandiri di Kabupaten Malang tak perlu bingung pada Pilbup Malang 2020. Untuk memberi hak suara, pasien tidak perlu datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Anggota KPUD Kabupaten Malang sendiri nanti yang akan datang dari rumah ke rumah. Pasien positif Covid-19 yang sedang isolasi mandiri cukup di rumah saja menentukan paslon mana yang dipilih.
“Nanti dua anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan juga satu saksi akan langsung datang ke rumah pasien yang sedang isolasi. Jadi tidak perlu keluar rumah datang ke TPS. Ya tujuannya pasti untuk meminimalisir penularan,” kata Bagian Divisi Sosialisasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPUD Kabupaten Malang, Marhendra Pramudya Mahardika saat dihubungi Blok-A, Minggu (11/9).
Dika juga menambahkan, dua anggota PPS dan juga satu saksi itu akan berkunjung dari rumah ke rumah pasien positif dan suspek Covid-19 pada pukul 12.00.
“Ketika sudah sepi di TPS dan mau berakhir. Jadi tidak kebingungan. Kalau pagi kan masih sibuk banyak yang datang ke TPS,” imbuh Dika.
Untuk itu, KPUD Kabupaten Malang akan menganggarkan pengadaan baju hazmat untuk dua anggota PPS dan satu saksi. Tujuannya untuk meminimalisir penularan terhadap anggota PPS dan saksi saat bertugas.
“Supaya ketika datang dari rumah ke rumah itu aman. Kami akan bekali dengan baju hazmat lengkap. Saat ini masih pengajuan anggaran,” kata ia.
Saat disinggung berapakah jumlah pasien positif Covid-19 dan pasien suspek, Dika masih mendata. Data tersebut masih ditanyakan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.
“Berapa jumlahnya saya tidak tahu. Dan kami perlu koordinasi dengan Dinkes perihal alamat suspek atau pasien positif Covid-19. Karena nanti data ini akan kami berikan ke setiap anggota PPS di desa dan untuk penganggaran juga,” tutup ia.
Meskipun begitu, dari data yang dihimpun Blok-A jumlah suspek yang isolasi mandiri di Kabupaten Malang saat ini adalah 273 orang. Sementara yang positif Covid-19 dan dirawat mandiri di rumah ialah berjumlah 47 orang. Sumber ini berdasarkan data dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Malang per Sabtu (10/10) kemarin.




