Kota Malang, blok-A.com – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif memaparkan terdapat sembilan pasien anak yang mengidap Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA) di Rumah Sakit Saiful Anwar (RASSA) sejak bulan Agustus silam.
RSSA merupakan salah satu dari total 14 rumah sakit rujukan, oleh sebab itu sembilan pasien tersebut tidak hanya dari kota Malang. Husnul menyebutkan sembilan pasien tersebar dari berbagai daerah.
“Dari sembil pasien di RSSA penjelasannya tiga dari Malang, empat dari Blitar, satu dari Pasuruan dan satunya lagi dari Sidoarjo,” papar Husnul.

Terkait rentan usia, Husnul menyebutkan sembilan pasien yang di rawat di RSSA dengan rentan usia anak anak. Lima pasien usia di bawah enam tahun dan empat diantaranya berusia di atas enam tahun.
Melalui Surat Edaran (SE) yang diberikan oleh Kementrian Kesehatan, Husnul menghimbau agar seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di kota Malang untuk bersiap siap untuk melakukan penanganan kasus GGAPA tersebut.
“Karena sudah keluar SE dari Kemenkes, itu yang kami sampaikan pada fasyenkes di seluruh kota Malang baik rumah sakit, klinik, puskesmas, dokter praktik mandiri dan apotek,” tuturnya.
“SE sendiri sudah jelas apa yang harus diperhatikan dan apa yang harus dilakukan. Kalau ada gejala gejala sesuai dengan SE, maka ini rujukannya sudah jelas, di RSSA,” imbuhnya.
Setelah SE disebarkan, tahap selanjutnya Dinkes akan melakukan evaluasi dalam waktu tiga hari kedepan.
Lebih lanjut, Dinkes juga menghimbau untuk masyarakat kota Malang dalam upaya menantisispasi penyakit GGPA tersebut, diharapkan mampu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta sementara waktu tidak mengkonsumsi obat berbentuk cair atau sirup.
“Tingkatkan PHBS, termasuk memakai masker itu menjadi kewajiban. Selanjutnya juka masyarakat memiliki obat bentuk sirup di himbau tidak dikomsumsi,”
Namun, saat disinggung pantauan apotik terkait larangan mengonsumsi obat sirup, Husnul hanya mengatakan cukup dengan surat edaran yang diberikan oleh Kemenkes.
“Dengan surat edaran sudah jelas,” ungkapnya.
Di akhir, kembali disinggung terkait tiga balita yang dikabarkan meningga dunia, Khusul tidak mengetahui pastinya apakah itu berdomisilindi Kota malang atau tidak, ia hanya menyebutkan tiga balita tersebut pasien RSSA.
(mg2/ptu)




