KABUPATEN MALANG – Prediksi Pemerintah Kabupaten Malang terkait naiknya prosentase angka kemiskinan pada tahun 2020 di Kabupaten Malang terbukti.
Sebelumnya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto pada April 2020 lalu memprediksi prosentase angka kemiskinan akan naik dua digit, yakni dari 2019 sebesar 9,43 persen naik menjadi 10 persen lebih.
Prediksi tersebut pun sudah terbukti. Kepada Blok-A Tomie menjelaskan berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, angka kemiskinan di Kabupaten Malang pada tahun 2020 mencapai 10 persen lebih.
“Dari laporan BPS kami menerima bahwa angka kemiskinan naik sesuai prediksi menjadi dua digit prosesntasenya, yakni di angka 10 koma sekian persen,” kata Tomie ke Blok-A.
Tomie juga menjelaskan peningkatan angka kemiskinan ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian masyarakat lesu. Alhasil, angka kemiskinan pasti naik.
“Ya masih tetap karena pandemi ini masih berlangsung. Pembatasan kegiatan masyarakat (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) juga masih berlangsung masyarakat pun pasti kesulitan perekonomiannya,” jelasnya.
Untuk itu, Tomie menjelaskan, akan fokus pada program ekonomi dan kesehatan pada tahun 2021, guna menekan laju angka kemiskinan.
“Ekonomi kami bantu dengan bantuan sosial dan kami minta bantuan pemerintah pusat karena kemiskinan ini kan masalah global dimana-mana pasti naik (angka kemiskinan). Dan kesehatan kami akan fokus pada vaksinasi (Covid-19). Supaya roda perekonomian segera berjalan,” tutupnya.




