Mojokerto, blok-a.com – Kebakaran hebat melanda pabrik mebel PT Wangsa Adi Guna yang berlokasi di Jalan Jayanegara, Banjaragung, Puri, Kabupaten Mojokerto, Jumat (23/8/2024) sekitar pukul 10.05 WIB.
Api diduga berasal dari ruang finishing, yang membuat para karyawan yang sedang bekerja panik dan segera berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini.
Sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) dari Kabupaten Mojokerto segera diterjunkan untuk menangani kebakaran ini, didukung oleh 2 unit dari PMK Gama, 1 unit dari PMK PT Inti Dragon, dan 2 unit dari dinas PMK Kota Mojokerto.
Berkat upaya cepat petugas, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.50 WIB. Namun, proses pembasahan masih terus berlangsung karena bahan yang terbakar, seperti kayu hardboard, masih mengeluarkan asap.
Seorang karyawan yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kebakaran pertama kali terjadi di bagian depan ruang finishing.
“Saya sudah bekerja di sini selama dua tahun, alhamdulillah kami semua selamat, meskipun barang-barang pribadi kami seperti tas, handphone, dan uang ikut terbakar,” ujarnya.
Jumlah pekerja yang sedang beraktivitas di dalam pabrik saat kejadian diperkirakan mencapai sekitar 90 orang.
“Kami bertujuh berada di ruangan Candid, yang letaknya di sebelah ruang finishing. Karena tas kami disimpan di dalam lemari, kami tidak sempat mengambilnya. Semua barang-barang kami ikut terbakar. Kami lebih memilih menyelamatkan diri karena khawatir bangunan runtuh,” tambahnya.
Kapolsek Puri, AKP Sugeng MH, yang berada di lokasi kebakaran, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran dan jumlah kerugian yang ditimbulkan.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya singkat.
Meskipun api telah berhasil dipadamkan, petugas masih terus melakukan pembasahan untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama karena bahan-bahan yang terbakar masih mengeluarkan asap.
“Untungnya, ruang penyimpanan tiner dan cat yang berada di bagian belakang pabrik tidak ikut terbakar, sehingga kerugian dapat diminimalisir,” pungkasnya.(sya/lio)









