Sidoarjo, Blok-a.com – Sebagai upaya mendukung program pemerintah dibidang ketahanan pangan, Pemerintah Desa (Pemdes) Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, mengembangkan kawasan pertanian ekologis terpadu (eco farming). Yakni sistem bisnis pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, perikanan dalam satu ekosistem yang ramah lingkungan.
Dengan mengoptimalkan 20 persen Dana Desa (DD) untuk ketahan pangan, anggaran yang dikelola melalui penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Suwaluh Mandiri Sejahtera tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan Eco Agro Business Terpadu (EABT) pada lahan milik desa seluas 3 hektare di RT 9 RW 3 Desa Suwaluh.
“Untuk pengadaan program Eco Agro Business Terpadu ini , Pemdes memanfaatkan 20 persen dana ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa. Prinsip utama dari model bisnis ini Model bisnis ini bergerak di atas tiga pilar utama, yakni ekonomi, sirkularitas ekologi, dan edukasi,” terang Kepala desa Suwaluh, Nuryono, Senin (27/7/2026).
Dijelaskannya, karakteristik integrasi usaha program ketahanan pangan dan wisata ini ialah penggabungan budidaya tanaman pangan jenis buah, peternakan kambing, dan perikanan berupa kolam pancing untuk pembesaran.
“Dalam pelaksanaanya, limbah kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik tanaman. Sebaliknya, sisa panen tanaman dijadikan pakan ternak. Sehingga dapat meminimalkan penggunaan bahan kimia sintetis demi menjaga kelestarian tanah dan air,” jelasnya.
Keuntungan tidak hanya bersumber dari hasil panen, melainkan juga dari sektor jasa seperti tiket masuk wisata, spot pancing, atau pelatihan edukasi pertanian
Dengan konsep integrasi program ketahanan pangan dan wisata, diharapkan desa Suwaluh bisa menjadi kawasan Eco Agro Business Terpadu yang mendukung pengembangan UMKM lokal melalui BUMDes.
“Kami mentargetkan kedepannya, desa Suwaluh bisa menjadi salah satu destinasi wisata ramah lingkungan di Sidoarjo barat yang dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM desa. Untuk mewujudkan itu, kita juga berharap dukungan dari pemerintah daerah untuk memberikan penguatan melalui program maupun Bantuan Keuangan (BK) kepada desa,” harapnya.
Sementara itu, Camat Balongbendo, Ardi Anindita, menambahkan setiap desa bisa menjadi sentra minimal dua jenis buah, sesuai dengan kondisi setempat. Selain untuk ketahanan pangan, upaya ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan, terutama mereka yang berkunjung untuk wisata.
“Dengan adanya kebun buah, desa Suwaluh berpotensi menjadi destinasi agrowisata, yang sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. (Fah)




