Ojol Sambut Hangat Rencana Dua Arah Jalan Buring Kota Malang

Kemacetan di sekitar Kayutangan, lokasi aksi mahasiswa di Malang, Jumat (9/2/2024) (blok-a/Satria Akbar Sigit)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sedang mempersiapkan rekayasa lalu lintas dengan mengembalikan Jalan Buring menjadi jalur dua arah. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan mempermudah perjalanan di kawasan tersebut.

Terkait hal ini, dari hasil wawancara Blok-A.com kepada sejumlah pengemudi ojek online, mayoritas mereka mendukung rencana itu. Seperti Andri, contohnya, yang sangat mendukung perubahan ini.

“Kalau dibuat dua arah itu bagus, karena kalau saya dapat orderan dari Oro-Oro Dowo mau ke Tidar itu kan harus muter. Dengan jalan dua arah, waktu tempuhnya bisa lebih efisien. Ini benar-benar mendukung pekerjaan kami,” katanya.

Rudi, pengemudi lainnya, juga merasa bahwa perubahan ini akan membawa manfaat besar.

“Menurut saya sih bagus, karena gak perlu muter-muter lagi jika mengambil makanan di daerah situ. Sering lewat situ, dan akan lebih nyaman jika jalannya dua arah. Mengantar makanan dan barang jadi lebih mudah tanpa harus memutar terlalu jauh.”

Pengemudi lainnya, Vinka, juga mebgatakan hal yang sama. Namun ia berharap keputusan ini bukan menjadi penyebab potensi masalah baru.

“Sebenarnya saya setuju dengan rencana ini karena bisa mengurangi kemacetan. Tapi, saya berharap pengaturan lalu lintas juga diperhatikan. Semoga perubahan ini tidak malah menyebabkan kemacetan baru di area lain, terutama di sekitar Kayutangan,” ujar Vinka.

Terkait hal ini, sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengutarakan bahwa rencana ini difokuskan untuk mengurangi kemacetan di daerah Jalan Basuki Rahmat.

“Kami ingin memanfaatkan Jalan Buring yang saat ini hanya satu arah menjadi dua arah. Tujuannya adalah mengurangi kemacetan di Jalan Basuki Rahmat dan mempermudah akses dari Jalan Brigjend Slamet Riadi,” kata Widjaja.

Selain mengembalikan Jalan Buring menjadi dua arah, sosok yang akrab disapa Djaja itu juga mengusulkan penambahan median jalan sebagai solusi tambahan untuk mengurangi kemacetan di perempatan Rajabali, terutama di depan Lafayette.

“Kami akan menambah median jalan sekitar 20-30 meter untuk mencegah kemacetan yang disebabkan oleh crossing kendaraan. Ini diharapkan dapat membantu memperlancar arus lalu lintas,” tambahnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com