KABUPATEN MALANG – KPUD Kabupaten Malang memastikan keamanan Daftar Pemilih Tetap (DPT) saat hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS), 9 Desember mendatang. Simulasi pemungutan suara pun digelar Jumat (27/11) di area Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang.
Dalam simulasi tersebut, KPUD Kabupaten Malang memastikan bahwa protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat di tiap TPS nantinya.
Berdasarkan pantuan Blok-A saat simulasi tersebut, sebelum jam pemungutan suara dimulai, sisi luar dan dalam TPS dilakukan penyemprotan disinfektan.
Setelah dilakukan penyemprotan disinfektan, anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS datang ke TPS dengan Alat Pelindung Diri (APD). Face shield, masker, dan juga sarung tangan dikenakan KPPS yang berjumlah tujuh orang itu.
“Dan sebelum memasuki TPS, sudah dipastikan kesehatannya. Setiap KPPS sebelumnya akan dilakukan rapid test dan juga sebelum ke TPS dicek suhunya jadi dipastikan aman,” tutur Ketua KPUD Kabupaten Malang, Anis Suharini sesuai gelaran simulasi pemungutan suara di TPS yang digelar di area Stadion Kanjuruhan, Jumat (27/11).
Setelah TPS sudah dipastikan aman kesehatannya, para DPT pun dijadwalkan datang pada pukul 07.30. Setiap DPT yang datang wajib menggunakan masker. Selain itu sebelum datang ke TPS, DPT musti mencuci tangan dan juga diperiksa suhu tubuhnya
“Jika suhunya melampui 37,3 derajat celcius kami siapkan bilik khusus. Jadi biliknya itu ada tiga. Dua adalah untuk yang sehat atau suhunya di bawah 37,3 derajat celcius dan satu bilik itu untuk DPT yang suhu badannya diatas 37 derajat celcius,” tuturnya.
Setelah sudah melampaui pemeriksaan kesehatan, DPT dipersilahkan masuk dan mengambil surat suara. Petugas KPPS selanjutnya mengarahkan DPT ke tempat tunggu dengan memberikan sarung tangan plastik. Ada sektiar 8 tempat duduk untuk dibuat menunggu giliran memilih paslon di bilik suara.
“Lalu mencoblos seperti biasa dan setelahnya langsung menuju ke tempat keluar,” kata Anis.
Setelah menuntaskan hak pilihnya, DPT langsung melakukan ritual jari kelingking ke anggota KPPS sebagai simbol telah memberikan hak pilihnya.
Berbeda dengan Pilbup Malang sebelumnya, ritual pencelupan jari ini tidak lagi jari kelingking DPT yang dicelupkan ke tinta.
“Tapi nanti petugas KPPS yang memberikan tinta dengan alat pinset ke jari kelingking. Tujuannya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 melalui sentuhan ke tinta itu,” tuturnya.
Setelah ditetesi tinta, DPT pun langsung keluar TPS. Tentunya setelah keluar (TPS), DPT langsung mencuci tangan.
“Dan setiap DPT nantinya akan diterapkan protokol kesehatan seperti itu saat memberikan hak pilihnya,” tutupnya.
Dengan adanya jaminan protokol kesehatan yang diterapkan di TPS tersebut, Anis berharap DPT berbondong-bondong ke TPS dan target 77,5 persen partisipasi politik.
“Jadi sesuai target nasional, kami harap 77,5 persen DPT akan memberikan hak pilih. DPT di kami itu 2 juta orang lebih itu 77,5 persennya bisa memberikan hak pilih dan jangan takut ke TPS karena kami sudah siapkan protokol kesehatan,” tutupnya.




