KOTA BATU – Presiden Prancis Macron jadi sorotan akhir-kahir ini terutama bagi umat muslim. Ujarannya yang menuduh umat muslim dunia sebagai sarang teroris membuat sakit hati para komunitas umat muslim di dunia, salah satunya Muslimat Nahdlatul Ulama.
Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan tidak pantas pemimpin negara mengatakan hal yang menyakitkan seperti itu.
Pasalnya, menurut Khofifah pemimpin itu tugasnya adalah membangun perdamaian dengan ujaran yang menghargai dan menghormati kepada seluruh manusia, terlepas dari agama, suku atau ras.
“Kami sangat menyesalkan statemen Presiden Prancis itu. Makanya salah satu rekomendasi Rakernas dan Mukernas kami mendorong Presiden Prancis mencabut statement itu dan meminta maaf atas ucapannya,” kata Khofifah saat menutup Rakernas Muslimat NU di Kota Batu.
Khofifah juga menambahkan, ia menghormati nilai kebebasan berpendapat. Namun di sisi lain kebebasan itu ada batasnya. Batasnya adalah tidak menciderai suatu komunitas tertentu.
“Meski ada kebebasan berekspresi tapi tidak sepatutnya ekspresi itu malah mencederai kehormatan kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama. Itu harus dihentikan,” tutupnya.
Sebagai informasi, Macron mengatakan umat muslim sebagai sarang teroris atas fakta bahwa ditemukannya salah satu guru di Prancis ditemukan tewas setelah menunjukan karikatur Nabi Muhammad SAW.










Balas