Musim Hujan, Kota Batu Dihantui Tanah Longsor dan Pohon Tumbang

Longsor Dan Pohon Tumbang
Longsor dan Pohon Tumbang - Foto : Istimewa

KOTA BATU – Musim penghujan membuat Kota Batu diguyur musibah bencana. Kali ini bencana terjadi di dua titik berbeda yakni pohon tunbang di Jalan Ir Soekarno Keluhan Dadaprejo Kecamatan Batu. Dan satu lagi bencana tanah longsordi  kawasan Jalan Brigjen Moh Manan (Payung III), Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.

Kejadian pohon tumbang sendiri disebabkan lantaran hujan dan kondisi pohon jenis kemisi yang sudah tua sehingga mengalami pelapukan di bagian akar tanaman. Pohon tersebut berdiameter 70 sentimeter dan tinggi 15 meter.

Saat tumbang pohon tersebut sempat menimpa kabel telefon dan menurup sebagian badan jalan sehingga mengakibatkan arus lalu lintas di `kawasan tersebut terganggu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Dinas Perhubungan Kota Batu, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Koramil Batu, Agen Bencana Provinsi Jawa Timur, garda relawan, dan warga sekitar pun langsung ke lokasi untuk melakukan pemotongan pohon tumbang agar tidak terlalu lama mengganggu arus lalu lintas.

“Pohon tumbang kejadiannya semalam, Minggu (17/1) karena memang saat itu curah hujan sedang namun cukup lama. Angin juga cukup tinggi semalam. Kami menghimbau agar masyarakat bisa lebih berhati-hati dan waspada terlebih saat musim penghujan,” terang Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu.

Lanjut Agung Senin (18/1) dini hari juga terjadi bencana longsor di kawasan Jalan Brigjen Moh Manan (Payung III), Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Tanah longsor terjadi karena tebing jenuh ditambah dengan hujan sejak kemarin.

“Hujan deras merata terjadi di Kota Batu pada hari Minggu mengakibatkan tebing jenuh dan terjadi longsor dengan dimensi panjang 5 meter, lebar 3 meter dan tinggi 7 meter di kawasan payung III,” imbuhnya.

Longsor ini juga membuat pohon dan rumpun bambu di tebing ikut terbawa jatuh. Akibatnya, material longsor berupa tanah bercampur batu menutup sebagian jalan sehingga arus lalu lintas dikawasan tersebut terganggu.

“Guguran material longsor masih terus terjadi, terutama jika ada kendaraan besar lewat. Hingga saat ini tim masih berupaya membersihkan material longsor yang menutupi jalan raya secara manual,” ujar mantan sekretaris BPBD Kota Batu ini.

Selain itu pihaknya juga melakukan pemotongan pohon dan bambu yang ikut runtuh terbawa Longsor. Pengaturan arus lalu lintas masih terus dilakukan karena BPBD masih menunggu dukungan alat berat untuk bisa membersihkan area tersebut secara menyeluruh.

“Sebenarnya di kawasan Payung ini memang perlu pemberian rambu-rambu rawan longsor dan pohon tumbang. Agar masyarakat bisa lebih waspada dan berhati-hati terutama ketika melintasi kawasan tersebut,” pungkasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.