KOTA BATU – Museum Musik Dunia di Jawa Timur Park (JTP 3) punya banyak cerita tentang berbagai alat musik khas dari penjuru nusantara. Salah satunya seperti alat-alat musik khas dari daerah Kalimantan l.
Alat musik khas Kalimantan yang dikoleksi oleh Museum Musik Dunia sendiri ada beberapa macam, seperti Sapek, Kecapi Dayak, Panting, Jatung Utang, Kelentangan, Suling Balawung, dan masih banyak lagi.
“Koleksi alat musik dari Kalimantan ini cukup unik-unik. Seperti Sapek ini, kepalanya asli dari gading burung Rangkong,” tutur Donny, Marketing Museum Musik Dunia JTP 3.
Sapek atau Sape merupakan alat musik petik khas masyarakat Suku Dayak Kayaan di wilayah sungai Kapuas Hulu. Alat musik itu digunakan sebagai salah satu sarana hiburan bagi masyarakat Dayak. Bentuknya berbadan lebar, bertangkai kecil, panjangnya sekitar satu meter, memiliki dua senar/tali dari bahan plastik.
Sapek sering digunakan untuk sarana pengiring tarian serta instrumen pendukung dari upacara ritual adat Suku Dayak. Alat musik Sapek merupakan alat musik petik dimana proses pembuatannya sesuai dengan tradisi dan kebudayaan yang memiliki nilai – nilai artistik dari Suku Dayak.
Sapek cukup rumit cara pembuatannya. Prinsipnya, semakin keras dan banyak urat daging kayunya, maka suara yang dihasilkannya lebih bagus. Kemudian hiasannya bisa diukir atau menggunakan gading Burung Rangkong seperti di Museum Musik Dunia.
Cara memainkan Sapek juga cukup unik. Biasanya pemain Sapek hanya memainkan lagu ini dengan perasaan saja tanpa ada pakem-pakem tertentu.
Pola permainan Sapek mengulang-ulang beberapa birama. Keindahan alunan Sapek muncul karena birama pertama bisa saja muncul kembali pada birama kesepuluh dan seterusnya. Sape biasanya dimainkan di Rumah Panjang atau Rumah Betang khas suku Dayak.
Selain Sapek, masih banyak lagi alat-alat musik dari Kalimantan. Penasaran? Yuk datang ke Museum Musik Dunia, hanya di Jawa Timur Park 3!




