Kota Malang, blok-a.com – Kawanan terduga begal di kawasan Cor Jesu Kota Malang terindikasi adalah kawanan yang sama dalam kasus pembegalan di Sawojajar Kota Malang.
Seperti diketahui terjadi juga aksi pembegalan di Sawojajar Kota Malang pada Sabtu (30/12/2023) lalu. Hingga kini pelakunya belum terungkap dan sedang menjadi buron.
Sementara itu indikasi ini muncul setelah korban aksi pembegalan di kawasan Cor Jesu Kota Malang, Fritz D Manafe saat ditanya oleh intel polisi. Dalam proses meminta keterangan itu, muncul statemen dari intel bahwa kemungkinan terdapat indikasi bahwa pelaku begal di Sawojajar dan di kawasan Cor Jesu Kota Malang adalah kelompok yang sama.
“Ada indikasi,” tutur salah satu anggota intel yang bertanya ke Fritz di sekitar lokasi, Senin (15/1/2024).
Indikasi ini muncul karena perilaku pelaku pembegalan di kawasan SMA Cor Jesu sama seperti di Sawojajar. Di kasus Sawojajar, pelaku pembegelan membuntuti korbannya terlebih dulu. Sementara di kasus Fritz kawanan begal itu juga diduga telah membuntutinya.
“Indikasinya, masnya (Fritz) sudah diincar sejak tikungan Jalan Bromo,” tutur salah satu intel. “Bedanya mereka sekarang memakai helm, sementara di Sawojajar itu mereka tidak pakai helm. Ini tandanya mereka belajar,” tambahnya.
Baik Fritz maupun para petugas meyakini modus pelaku bukanlah begal sepeda motor, mengingat saat kejadian di Sawojajar para pelaku hanya mengambil kunci sepeda motor dan melekuai korbannya dengan senjata taja,.
Fritz pun menilai demikian. Dia menjelaskan, sepeda motornya tidak akan dibegal. Sebab sepeda motornya kurang memiliki nilai komersil.
“Anak-anak kecil, sekitar umur 17an begitu mau dibawa kemana motor tidak bisa lari begini,” terang Fritz.
Fritz juga menambahkan, indikasi pelaku yang sama antara di kawasan SMA Cor Jesu Kota Malang dan Sawojajar karena para pelaku sama-sama menggunakan sepeda motor matic.
Dugaannya, para pelaku adalah anak-anak muda, dipimpin oleh seorang yang lebih dewasa, yang sedang mencari pengakuan. Mereka mengambil contoh kenakalan anak muda yang ada di kota besar lainnya seperti Jogja dan Bandung yang menggunakan kekerasan dengan senjata tajam.
“Lokasinya kan strategis sekali. Dekat Mapolresta dan Korem. Kalau aksinya berhasil, pasti mereka bisa gembar-gembor ke temannya kalau mereka berhasil membacok orang di dekat tempat itu,” tutur Fritz. Untungnya aksi tersebut gagal setelah Fritz menggertak para pelaku dengan keras. (mg3/bob)









