KOTA BATU – Masa pemeliharaan Pasar Sayur Kota Batu telah berakhir pada 31 Agustus lalu. Padahal, targetnya harus selesai pada Januari 2020 lalu. Hal itu dikarenakan detail engineering design (DED) pasar sayur tidak sesuai dengan yang direncanakan.
Direktur PT PT Bintang Wahana Tata, Wawan Setyawan menuturkan, pihaknya sudah melakukan pembenahan pada sistem drainase dan penggantian material atap. Ia menuturkan kerusakan atap karena material sebelumnya yang digunakan tak bertahan lama.
Penggunaan material atap polycarbonate sesuai dengan perencanaan awal yang dituangkan dalam detail engineering design (DED). Selain itu, DED awal tak ada sistem drainase. Baru kemudian DED dirombak dengan memasukkan rancangan sistem drainase.
Menurutnya ada kelemahan dalam pembuatan DED yang dirancang tak matang. DED dilakukan dengan memasukkan sistem drainase pada saat pembangunan berjalan 60 persen.
Wawan mengatakan, lemahnya desain rencana bangunan yang berubah di saat proses pengerjaan berjalan menjadi penyebab molornya penyelesaian.
“Dulu di perencanaan awal tidak ada drainase. Bagaimanapun, intinya kami tetap bertanggung jawab sesuai yang dijanjikan,” ujar Wawan.
Sebelumnya, sistem drainase di pasar tersebut sempat menjadi kendala karena air tak mengalir secara optimal hingga pembuangan akhir. Sedangkan atap dari pasar sayur diganti dengan material spandek lantaran jebol di beberapa bagian saat menggunakan material polycarbonate.
Pasca dilakukan pembenahan Pasar Sayur di masa pemeliharaan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu melakukan evaluasi hasil perbaikan masa pemeliharaan. Selama evaluasi DPKPP bersama pelaksana proyek dan konsultan pengawas juga melakukan uji coba sistem drainase.
“Uji coba dilakukan dengan mengalirkan 6000 liter air yang dikucurkan dari mobil pemadam. Ini untuk memastikan aliran air dari sistem drainase bisa mengalir lancar hingga ke pembuangan akhir,” jelas Sekretaris DPKPP Kota Batu, Bangun Yulianto, Sabtu (5/9).
Lebih lanjut dari hasil uji coba tidak ditemukan kendala. Bahkan existing drainase yang sebelumnya hanya satu titik kini telah ditambah menjadi dua di sisi Barat dan Timur.
Sedangkan untuk atap polycarbonate yang jebol juga telah diperbaiki. Pembenahan atap dengan mengganti material menggunakan bahan spandek. Pihak pemelihara juga menambah atap transparan di sela-sela atap spandek agar sinar matahari masuk ke dalam.
Sementara untuk pembayaran pekerjaan Pasar Sayur masih menyisakan 20 persen dari total anggaran Rp 5,4 miliar yang belum dibayarkan kepada pelaksana proyek.
“Pelunasannya dilakukan setelah PAK APBD. Karena pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan dari tenggat waktu yang ditentukan,” kata Bangun.










Balas